Ekonomi

Bank Indonesia Pilih Pesantren Ekologi Al Mizan pada Program Digitalisasi Green

Pesantren ekologi Al Mizan terpilih sebagai Digi Green dari Bank Indonesia

Ciremainews – Era digital saat ini mengharuskan lembaga pendidikan untuk menjadi terdepan dalam meningkatkan kapasitas. Termasuk juga dunia pesantren, salah satunya Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya, Majalengka menjadi pilot project program Digitalisasi-Green.

Program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini membuat program Digi Green Mastren. Program ini bertujuan untuk mendorong pengelolaan pertanian dengan memanfaatkan teknologi.

Pengasuh Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya, KH Maman Imanulhaq memberi apresiasi kepada Bank Indonesia yang punya concern besar terhadap komunitas pesantren ekologi yang menggarap sektor pertanian.

Pesantren, kata Kiai Maman, sudah saatnya menjadi lokomotif penggerak ekonomi syariah di berbagai sektor, termasuk dalam bidang pertanian modern. Komunitas pesantren menurut Kiai Maman juga punya segenap sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan pola pertanian yang efektif, apalagi bila digarap dengan profesional berbasis teknologi informasi.

“Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya menjadi percontohan pesantren yang menjalankan pola pertanian dengan robotic atau berbasis IoT. Ini yang nantinya akan diduplikasi ke jaringan pesantren lainnya agar pesantren menjadi leader dalam aplikasi pertanian berbasis teknologi,” kata Kiai Maman saat Kick Off Pilot Project Digi Green Mastren di Al Mizan Wanajaya, Rabu (13/12).

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Hestu Wibowo mengatakan, program Digi Green Mastren menyasar pesantren-pesantren dan masjid-masjid yang punya aktivitas pertanian. Harapannya, kata Hestu, dengan program Digi Green Mastren ini pengelolaan pertaniannya dijalankan dengan profesional dan meningkatkan produktivitas hasil taninya.

Selain memberikan bantuan sarana dan prasarananya, BI juga memberikan pendampingan dengan instruktur-instruktur yang profesional sampai para petani benar-benar mampu mengaplikasikan alat-alat yang dioperasikan.

Untuk diketahui, para peserta pelatihan ini tidak hanya diambil dari kalangan santri saja, namun juga dari berbagai kelompok tani sekitar pesantren. Mereka diajari soal sistem pengairan springkle, sistem monitoring pertanian, juga teknologi pertanian modern lainnya.

Dalam kick off Digi Green Mastren tersebut hadir Pengasuh Ekologi Al Mizan Wanajaya KH Maman Imanulhaq yang juga Anggota DPR RI Fraksi PKB dan Ibu Nyai Upik Rofiqoh, Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon Hestu Wibowo, Pejabat Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Yason, Ketua Yayasan Al Mizan Asep Zaenal, serta para pengurus Al Mizan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *