PSBM di Desa Ancaran, situasi Pasar Ancaran berjalan normal

pasar Ancaran, kecamatan Kuningan.

Kuningan, Ciremainews- Pasca Pemkab Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 01-07-2020 resmi mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan Pembatasan Sosial skala Mikro(PSBM), Setelah sebelumnya hasil swab test tahap pertama terkomfirmasi 9 postif COVId 19 dari total 390 orang. Saat ini di Kuningan sudah 16 orang terkomfirmasi positif dan 176 PDP. Lonjakan kasus ini membuat AKB urung dilaksanakan.

Aturan PSBM nampaknya belum teralisasi benar, hal ini dilihat dari aktivitas warga yang berseliweran di pasar Ancaran, jual beli terpantau lancar dan menariknya belum memahami penerapan PSBM di wilayahnya selepas satu warga ancaran terkomfirmasi positif Covid 19 hasil swab test.

Menurut Sukarna pedagang warteg pasar Ancaran, dirinya belum mendapatkan salinan aturan PSBM dan menganggap warga yang dinyatakan positif selama ini tidak pernah melakukan aktivitas di Ancaran.

“beliau itu domisilinya bukan di Ancaran meskipun wilayah kerjanya di Ancaran, aktivitasnya terpantau hanya di ruang lingkup desa, gak pernah beraktivitas di pasar Ancaran” kata Sukarna

Jelasnya lagi untuk PSBM semestinya dilakukan sosialisai yang massif di wilayahnya, ketidaktahuan masyarakat merupakan tidak adanya sosialisasi soal penerapan PSBM.

Terpantau oleh Ciremainews banyak warga yang tidak memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan untuk dirinya, ketersediaan hand sanitizer juga tidak ada di sudut-sudut pasar. (afa)