Jejak Penulisan Manuskrip Keislaman di Kuningan

Ciremai News

Oleh. Muhammad Nida’ Fadlan (Peneliti PPIM UIN Jakarta, Data Manager DREAMSEA)

Kuningan adalah sebuah kota yang berada di selatan Cirebon (saat ini termasuk dalam Propinsi Jawa Barat, Indonesia). Pada masa silam, daerah ini dikenal sebagai salah satu titik penyebaran agama Islam di Jawa. Latifundia (2014: 117-130) membuktikan hal ini berdasarkan temuan arkeologis terhadap 10 makam kuno bercorak keislaman di daerah ini. Makam-makam kuno tersebut mengindikasikan bahwa corak keislaman di Kuningan dipengaruhi oleh Kesultanan Cirebon dan Demak.

Selain jejak arkeologis, jejak filologis juga membuktikan adanya aktivitas keislaman yang masif di Kuningan. Kiai Hasan Maolani (1782-1874), salah satu ulama terkemuka dari Kuningan, menyebutkan setidaknya ada 4 ulama setempat yang melakukan penyalinan terhadap manuskrip-manuskrip keislaman di Kuningan. Informasi ini disebutkan dalam kutipan surat berbahasa Jawa yang ditulis oleh Kiai Hasan Maolani semasa diasingkan oleh kolonial abad 19 di Kampung Jawa Tondano, Sulawesi Utara (Fadlan: 2019):

Bahasa Jawa:

Wa ayḍan sira dèn weruhi ing kitab yasané kakèknira, bapaknisun, iya Tafsīr awal akhir dadi sajilid lan uṣūl awit saking “Samarqandī”, “Kalimah Shahādah”, “Miftāḥ”, “Tilimsānī”, “Fatḥ al-Mubīn” sawisé “Shu‘bat al-Īmān”, “Lubāb al-Akhbār”, “Zubad al-Baḥri” dadi sajilid. Lan Kitāb “Sittīn”, “Taqrīb”, “Ghāyat al-Marām”, “Taḥrīr”, “Ma‘rifat al-Nikāḥ” dadi sajilid papan kertas.

Terjemahan:

Aku ingin memberi tahu tentang kitab yang ditulis oleh kakekmu, bapakku, yaitu kitab Tafsīr dari awal hingga akhir jadi satu jilid dengan uṣūl. Dimulai dari Samarqandī, Kalimah shahādah, Miftāḥ, Tilimsānī, Fatḥ al-mubīn sawise Shu‘bat al-īmān, Lubāb al-akhbār, Zubad al-baḥri jadi satu jilid.Kemudian Kitāb sittīn, Taqrīb, Ghāyat al-marām, Taḥrīr, Ma‘rifat al-nikāḥ jadi satu jilid buku.

Bahasa Jawa:

Lan kitab “Miṣbāḥ” dèn campur kelawan “Inna Awlá” lan “Taqwīm al-Lisān”. Tatapi kakèknira mung “Miṣbāḥ”. “Inna Awlá” lan “Taqwīm al-Lisān” oleh isun anulis. Lan kitab “Riyāḍ al-Ṣāliḥīn” iku yasané kakèk buyutisun Shaykh ‘Abd al-Qāhhar. Andhéné kitab “Ghāyat al-Ikhtiṣār” iku yasané Kiai Muhammad Bisri bapané Nyai Sharīyah. Wallāhu a‘lam.

Terjemahan:

Sedangkan kitab Miṣbāḥ disatukan dengan kitab Inna awlá dan Taqwīm al-lisān. Tapi kakekmu hanya menulis Miṣbāḥ. Sedangkan Inna awlá dan Taqwīm al-lisān ditulis olehku. Kitab Riyāḍ al-ṣāliḥīn ditulis oleh kakek buyutku yaitu Shaykh ‘Abd al-Qāhhar. Kalau kitab Ghāyat al-ikhtiṣār ditulis oleh Kiai Muhammad Bisri, ayahnya Nyai Sharīyah. Wallāhu a‘lam.

Dari kutipan surat tersebut, 4 orang yang dimaksud adalah (1) ayahnya Kiai Hasan Maolani yang bernama Kiai Bagus Lukman, (2) Kiai Hasan Maolani sendiri, (3) kakeknya yaitu Shaykh ‘Abd al-Qāhhar, dan (4) Kiai Muhammad Bisri. Dari keempatnya, dua bundel manuskrip yang disalin oleh Kiai Bagus Lukman telah ditemukan dan didigitalisasi oleh program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA). Dalam kedua bundel tersebut memang tidak ditemukan petunjuk bahwa penyalinnya adalah Kiai Bagus Lukman. Namun, sumber eksternal, yaitu surat Kiai Hasan Maolani, telah mengkonfirmasi bahwa penyalinnya adalah ayahnya sendiri.

Bundel Pertama (520 halaman)

DREAMSEA Project Number: DS 0012 00008

Koleksi: Iim Abdurrohim

Teks 1: (1v-14v)

Judul: Bahjat al-‘ulūm

Pengarang: Muḥammad ibn Ibrāhim ibn Abū Naṣr al-Samarqandī

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Samarqandī

Teks 2: (16v-39v)

Judul: Sharḥ sittīn mas’alah

Pengarang: Ibn ‘Abbās al-Zāhid

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani:  Kitāb sittīn

Teks 3: (40v-42v)

Judul: Sharḥ Kalimah Shahādah

Pengarang: Tidak diketahui

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Kalimah shahādah

Teks 4: (44v-66r)

Judul: Al-Miftāḥ fī ma‘rifat al-Islām wa al-īmān

Pengarang: Tidak diketahui

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Miftāḥ

Teks 5: (69v-94r)

Judul: Al-Mufīd

Pengarang: Tidak diketahui

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Tidak disebutkan

Teks 6: (96v-131r)

Judul: Sharḥ al-Tilmisānī

Pengarang: ‘Abdullāh Muḥammad ibn ‘Umar ibn Ibrāhīm al-Tilmisānī

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Tilimsānī

Teks 7: (132v-185v)

Judul: Fatḥ al-Mubīn

Pengarang: Ibn Ḥajar al-Haytamī

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Fatḥ al-Mubīn

Teks 8: (186v-260v)

Judul: Umm al-Barāhīn

Pengarang: Muḥammad ibn Yūsuf al-Sanūsī

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Tidak disebutkan

Bundel Kedua (246 halaman)

DREAMSEA Project Number: DS 0013 00002

Koleksi: Yayat

Teks 1: (6v-107r)

Judul: Fatḥ al-qarīb al-mujīb

Pengarang: Abū ‘Abdillāh Muḥammad ibn Qāsim al-Ghazī

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Taqrīb

Teks 2: (107v-118r)

Judul: Ghāyat al-marām

Pengarang: Tidak diketahui

Judul yang disebutkan dalam surat Kiai Hasan Maolani: Ghāyat al-marām

Bibliography

Fadlan, Muhammad Nida’. 2019. Kiai Hasan Maolani, Lengkong: Sejarah dan Surat-suratnya dari Tanah Pengasingan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Latifundia, Effie. 2014. “Jejak Budaya pada Nisan Kuna Islam di Kuningan” in Islam Nusantara: Past and Present. Proceeding of International Conference on Islam Nusantara. Jakarta: Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Catatan: Tulisan ini telah diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul “Traces of Islamic Manuscript Production in Kuningan” pada DREAMSEA Blog. Artikel tersebut dapat diakses di sini: http://blog.dreamsea.co/2020/06/traces-of-islamic-manuscript-production-in-kuningan/