Penyair Sapardi Djoko Damono Meninggal dan Kenanglah Karyanya

Jakarta, Ciremai News – Berita duka menyelimuti dunia sastra Indonesia. Seorang penyair ternama Sapardi Djoko Damono dikabarkan meninggal dunia pada hari Minggu (19/07/2020) sekitar pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital.

Kabar duka tersebut ramai di laman media sosial Twitter seperti yang dicuitkan oleh salah satu penyair Indonesia, Goenawan Mohamad melalui akun @gm_gm. “Innalilahi wa inailahi roji’un: Penyair Sapardi Djoko Damono wafat pagi ini setelah beberapa bulan sakit. Maret 1940-Juli 2020,” cuit Goenawan.

Sebelumnya penyair dan pimpinan teater Tanah Air, Jose Rizal Manua juga telah memposting foto Sapardi Djoko Damono yang telah memasuki rumah sakit dan dirawat pada ruang ICU ditanggal 10 Juli 2020.

Penyair Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair berkelahiran 20 Maret 1940 di Surakarta, Jawa Tengah. Beliau merupakan akademisi Universitas Indonesia dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1995-1999. Selain itu, juga mengajar di Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta.

Salah satu majalah sastra yang menjadi acuan bagi penyair dan sastrawan muda adalah Horison sebuah majalah sastra yang menampilkan karya penyair Indonesia. Selain itu majalah Basis, Kalam, Pembinaan Bahasa Indonesia, Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur.

Salah satu puisi yang cukup dikenal karya Sapardi Djoko Damono adalah Hujan di Bulan Juni, Duka-Mu Abadi (1969), Perahu Kertas (1983), Sihir Hujan (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia), Arloji (1998), Ayat-ayat Api (2000), Pengarang Telah Mati (2001; kumpulan cerpen)
Mata Jendela (2002), Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro? (2002), Membunuh Orang Gila (2003; kumpulan cerpen)

Hujan di Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu