Peringatan Kemerdekaan RI dengan Kearifan Lokal Kampung Cilamba.

Oleh Azis Maulana Yusuf , SH

Sudah menjadi kebiasaan di setiap Desa di seluruh Nusantara hingga sampai pada pelosok kampung menggelar 17 Agustus. Banyak yang menganggapnya sebagai sebuah ritus sakral. Karena peristiwa tersebut menjadi penanda bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan kemudian menyatakan diri bukan sebagai negara merdeka.
Peringatan Kemerdekaan RI menjadi wajib dirayakan dengan diisi oleh berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat, mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, kreatifitas dan kearifan lokal.
Nilai-nilai tersebut terlihat Di kampung Cilamba Desa Darma, Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Puluhan pemuda pemudi serta Warga tumpah ruah memeriahkan kegiatan-kegiatan yang bernuansa kebangsaan dengan mengusung kearifan lokal khas Nusantara sebagai warisan para leluhur.
Rangkaian Kegiatan peringatan Kemerdekaan di mulai dengan menghias jalan utama kampung Cilamba sampai pelosok-pelosok gang pun tak lupa dihias dengan bergai macam hiasan seperti campuran air dan pewarna yang diisi dan digantungkan menyerupai es mambo, balon tiup, lampu thumbler dan lain-lain. dengan kreativitas pemuda serta Bapak-bapak membentuk Kampung sebagai wahana Kebahagiaan tak cuma itu ada beragam bentuk Patung dan hiasan dari bahan dasar bambu dan kayu, patung besar yang dibuat adalah patung yang sedang membawa bambu runcing yang mengingatkan kita dengan para pejuang yang telah gugur di medan perang pada masa itu. Patung itu diberi nama Sandekala. Ada juga patung kelelawar yang di beri lampu dan ditempelkan di pintu masuk gang.
Tak lupa kegiatan perlombaaan juga di meriahkan dengan lomba-lomba tradiaional seperti lomba kelereng, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba balon air dan masih banyak lomba lainnya. Seluruh warga Cilamba, pemuda dan anak-anak menyambut gembira kegiatan ini dan terlihat senang sekali menikmati gelaran acara.
Dan Puncak acara terjadi pada malam hari setelah semua kegiatan perlombaan selesai, warga dan pemuda turun ke jalan gang dan menggelar makan bersama yaitu “ngaliwet” Sebagai wujud Syukur dan menjadi medan perekat antar warga.
Gelaran liwet membentang dari tiap gang dengan daun pisang yang memanjang di sepanjang jalan gang. makanan sederhana tersaji namun kebersamaan bersama merupakan nilai yang diusung para pemuda.
Semua nampak berbahagia dan menikmati momen langka yang menjadi agenda tahunan ini. Dirgahayu Indonesiaku, From Cilamba For NKRI. 🇲🇨