Susanto Anggota Komisi Dua DPRD Kuningan F-PKB, telaah Sejarah Lokal Desa

Ciremai News

Kuningan-Ciremainews. Susanto Anggota Komisi Dua DPRD Kab. Kuningan F-PKB menyambangi Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang dalam rangka memahami Sejarah Lokal Desa, Jumat (03/07/2020).

Agenda pendalaman Sejarah Lokal Desa yang dilakukan Susanto merupakan bagian integral membangun masyarakat yang berpikir maju dengan tetap berpegang pada penguatan Sejarah Lokal. Menurutnya tanpa penggalian Sejarah Lokal, membaca relasi-relasi peristiwa bersejarah Nasional dengan Lokal musykil sekali kita bisa mehamami cara berpikir masyarakat.
“Misalnya. Mengapa di salah satu dusun blok ada tempat yang disebut nyalindung tanpa kita membacanya dengan peristiwa Penjajahan Kolonial dan peristiwa Gerombolan DI-TII pengertian kita sulit sampai pada hakikat arti nama tersebut” Terang Susanto.

Kemudian selain itu, akar penguatan tradisi lokal juga harus dipahami sebagai cara manusia menyeimbangkan dirinya dengan alam. Jagat kosmik dengan jagat Alit. Di Kertawiarama ini ada salah satu kampung yang sedari dulu hanya ada sembilan rumah. dan menurut tutur turun temurun tidak boleh ada lebih dan kurang dari sembilan rumah, jika ada bangunan yang dibangun melebihi sembilan yang tadi maka akan ketakseimbangan bakal terjadi, bencana “Ini memang ajaran dari moyang kami yang kami jaga, nilai spritual yang diturunkan”. Kata sesepuh.

Susanto menerangkan. bahwa Ada kekeliruan pandangan dari kita, cara kita memandang objek, seolah-olah menganggap hal-hal tersebut merupakan mitos padahal ajaran nilai tersebut sangat tinggi semisal bahwa kita patut menyeimbangkan diri dengan alam, tidak boleh ada bangunan lebih dari sembilan ini mensyaratkan untuk melenyapkan ego, karena banyak juga kebijakan pemda yang mengeksploitasi, yang mestinya tidak boleh ada bangunan di atas perbukitan tidak boleh lahan ini dijadikan perumahan, Galian tambang karena hal teraebut akan merubah tatanan manusia dengan alam, kebijakan tersebut merubah hubungan manusia dengan alam.

“Pentingnya belajar sejarah lokal adalah agar kedepan kita tidak salah kaprah dalam membuat kebijakan untuk warga masyarakat.”Tutup Susanto.(Afa)