Gemaponik, Tumbuh Bersemi di Masa Pandemi

Ciremai News

Kuningan,Ciremainews – Di masa Pendemi di mana waktu akan banyak dihabiskan di rumah. Bercocok Tanam dengan Metode Hidroponik merupakan cara terbaik untuk memanfaatkan waktu luang, selain karena mudah dan tidak memerlukan lahan yang banyak. Bercocok Tanam Hydroponics adalah solusi bagi mereka yang punya niat menghijaukan halaman dan hanya memiliki tempat terbatas.

Bagi yang belum tahu apa itu Hidrponik, mengutip pengertian dari situs Hydroponics, Hidroponok merupakan cara bercocok tanam hidroponik adalah metode penanaman tanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah. Secara harfiah, hidroponik berarti penanaman dalam air yang mengandung campuran hara. Secara sederhana metode ini sangat cocok bagi teman yang berniat membangun penghijauan halaman rumah.

Saat ini di Kuningan, Jawa Barat terdapat gerakan masyarakat menanam Hidroponik disingkat GEMAPONIK yang digagas oleh Novi Satria Praja seorang Dosen Universitas Kuningan. Gerakan yang berorientasi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pendemi dan sebagai medium edukasi bagi masyarakat untuk terus bercocok tanam walaupun dengan ketersediaan halaman yang terbatas. Novi Satria Praja penggagas Gemaponik sendiri sejatinya memulai upaya GEMAPONIK sendiri ini sejak tahun 2015 dengan misi awal hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga namun pada perkembangannya GEMAPONIK perlahan mendapat sambutan positif hingga sekarang rumahnya di Perum KOPRI Cigintung menjadi destinasi masyarakat untuk mendapatkan pelatihan dan pendidikan mengenai Metode Hidroponik.

Soal ini diungkap oleh Novi Satria kepada Kami, “awalnya hanya untuk kebutuhan pokok keluarga karena setiap bulan harga Sayuran cenderung tidak stabil namun perkembangannya diluar dugaan banyak yang datang” ucap Novi, Minggu (19/07/2020)

Lebih Lanjut beliau menjelaskan bahwa saat ini banyak permintaan yang datang dari Cirebon, Majalengka memintanya untuk hadir melakulan pelatihan Hidroponik. “Saya cukup kewalahan di masa pendemi ini permintaan edukasi GEMAPONIK sangat banyak, Cirebon, Majalengka sampai Serang Banten” Ucap Novi lagi.

Hidroponik metode yang pertama kali diperkenalkan oleh Dr. WF. Gericke dari Universitas California, Amerika Serikat kini di tangan Novi Satria Praja menjadi tren di Kuningan, melalui tim yang dia bentuk visinya tidak tertuju pada Komersil melainkan edukasi pada Masyarakat di desa maupun kelurahan yang memiliki keterbatasan lahan untuk terus bercocok tanam apalagi waktu tersedia cukup luang di masa pendemi.

“Urusan Cocok tanam kini bukan urusan generasi tua saja, pemuda karang taruna harus jadi garda pelopor Hidroponik, bercocok tanamh di era Modern” kata Novi

(Uyat Al Magrobi)