CiremaiNews,Kuningan — Mahalnya harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi berkah tersendiri bagi para petani. Kenaikan harga tersebut membuat petani mampu meraup keuntungan besar dalam sekali masa panen, meski hasil produksi tidak sepenuhnya maksimal.
Seperti yang dirasakan petani cabai rawit di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana. Saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara Rp47 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, di pasar tradisional harga cabai rawit bahkan melonjak hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi. Kondisi cuaca buruk serta banjir yang melanda beberapa wilayah menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen, sehingga suplai cabai ke pasar tradisional menurun drastis.
Salah seorang petani cabai rawit, Mistam, mengaku kenaikan harga ini menjadi berkah tersendiri bagi petani. Menurutnya, harga cabai rawit yang biasanya hanya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp50 ribu per kilogram di tingkat petani.
“Walaupun harga sedang tinggi, hasil panen kami tidak terlalu memuaskan karena cuaca buruk. Produksi cabai jadi berkurang,” ujar Mistam.Selasa (16/12/2025)
Para petani berharap harga cabai rawit tetap bertahan tinggi hingga masa panen berakhir. Dengan harga yang stabil dan tinggi, petani optimistis dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah, meski di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.(Tatang Budiman)

