Jalur Ciawigebang -Cidahu Kembali Memakan Korban

Video kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kuningan, beredar di beberapa WA grup, dan media sosial. Kamis (06/08/2020)

Video berdurasi 34 dan 19 detik itu, memperlihatkan suasana kemacetan akibat peristiwa yang diduga kecelakaan lalu lintas dan dua orang terkapar di jalan raya, sementara si pembuat video berada di dalam mobil tepat di belakang mobil polisi.

“Ya Allah ya Robbi, telah terjadi kecelakaan di kadurama, pas di depan mobil kita. Di depannya ada mobil polisi dari Kecamatan (Polsek) Cidahu, ” ujar suara seorang wanita dalam video pertama itu.

Si wanita juga menggambarkan bahwa ada dua orang yang masih terkapar di jalanan akibat kecelakaan tersebut.

Sementara di video kedua yang berdurasi 19 detik, nampak dua orang terkapar itu, sedang dalam penanganan petugas kepolisian. Satu unit sepeda motor nampak tergeletak juga di tengah jalan tersebut, saat petugas masih melakukan penanganan.

Sementara, salah seorang warga yang sedang melintas di jalur Ciawigebang – Cidahu, Cindy (19 tahun) membenarkan kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut. Namun Ia mengaku tidak mengetahui secara jelas kronologi kejadiannya.

“Kejadiannya tadi sekira pukul 15:00 WIB, tepatnya sebelum SPBU Kadurama. Soal kejadiannya Saya tidak tahu persis, ” ujarnya.

Sementara itu berdasakan keterangan dari Kasatlantas, AKP Rizki Syawaludin Akbar menerangkan korban lakalantas bernama Jaja (40 tahun), warga Desa Cikandang, Kecamatam Luragung, meninggal dunia saat penanganan pihak RSUD 45 Kuningan.

“Korban Jaja, dalam kejadian tabrakan maut, mengalami luka pecah pembuluh darah di kepala0 bersama satu korban lainnya, Sunandi (33 Tahun), warga Desa Cihideunghilir Kecamatan Cihideung Hilir,” paparnya.

AKP Rizki pun menjelaskan kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah Honda Beat dengan nomor polisi E 2169 ZR dan Honda Beat nomor polisi E 3529 ZQ bertabrakan. Keduanya berlawanan arus saat terjadi benturan keras.

“Kronologisnya dua sepeda motor itu, diduga memacu kecepatan dan bertabrakan berlawanan arah. Kejadian tersebut sempat membuat tersendatnya arus lalu lintas Ciawigebang – Cidahu beberapa saat,”terangnya.

Sementara itu, ahli spiritual, Ki Oman melalui penerawangannya mengatakan di lokasi kejadian terdapat sosok pendiri padukuhan yg bernama alimidin yg tidak memiliki sanak keluarga
“Dia mempunyai pohon durian, dan Beliau ini merupakan sosok yang taat tuk beribadah, namun karena zaman sekarang banyak orang yang lupa ibadah,juga melupakan sejarah dan tradisi,jadi diperingati dengan hal kejadian itu,”jelas Ki Oman.

Selain itu menurut Ki Oman, TKP seringkali dimanfaatkan oleh sosok makhlus halus yg tujuannya untuk memperingatkan generasi muda yg mengingat akan sejarah, tentang sosok Alimidin.

“Iya selain mengingatkan untuk selalu taat kepada Yang Kuasa, juga mengingatkan bahwa disitu ada jasa seorang tokoh Alimidin yang merupakan tokoh pendiri Desa kadurama, beliau yang memiliki banyak peran berdirinya kawasan tersebut yg biasa dipanggil RAMA karena memiliki pohon durian (KADU) maka daerah tersebut dinamakan Kadurama,”tutup Ki Oman