Uncategorized

Kemenag Perhatikan Kasus Pengeroyokan di Pondok Husnul Khotimah

CiremaiNews.com, Kuningan – Pondok Pesantren Husnul Khotimah, seorang santri, Hilmi Daffa (17), meninggal dunia akibat pengeroyokan pada Senin, (6)/12/2023) pukul 6.15 WIB.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ayub Ahmad, membenarkan adanya peristiwa tersebut, yang dinyatakan dengan surat keterangan meninggal dunia dari RSUD 45 Kuningan,” ungkap H. Ayub Ahmad, Kamis (7/12/2023).

Melalui press rilisnya, pihaknya mengungkapkan kejadian tragis ini bermula dari seringnya uang hilang, diduga diambil oleh korban.

Pada Kamis, 30 November 2023, pukul 22.30 WIB, Korban diserang oleh sekelompok pelaku yang kemudian menyimpannya di dalam gudang penyimpanan koper santri. Kronologi tersebut dijelaskan oleh pihak Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Kepala Asrama merasa kehilangan salah satu santri pada Jumat pagi, 1 Desember 2023. Informasi mengenai keberadaan santri yang disimpan di gudang baru diterima pada sore harinya.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Juanda Kuningan, namun RS tersebut tidak mampu menangani kasus ini, sehingga korban kemudian dibawa ke RSUD 45 Kuningan. Proses medis mengungkapkan robekan di usus besar korban.

Pada malamnya, korban berhasil sadar dan mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan. Sementara itu, enam pelaku dewasa telah diamankan di Mapolres Kuningan, sementara 12 anak di bawah umur ditempatkan di PPA.

Meskipun tragedi ini membawa duka mendalam, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Pondok maupun Sekolah tetap berjalan seperti biasa. Pihak Pondok Pesantren Husnul Khotimah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Kuningan.

“Sementara saat ini KBM baik di Pondok maupun Sekolah tetap berjalan sebagaimana biasanya. Untuk proses hukum atas kejadian tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak Polres Kuningan,” tegas H. Ayub Ahmad.

Dengan kasus ini, masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan pendidikan, serta pentingnya penegakan hukum dalam menanggapi kasus kekerasan di sekolah. Warga setempat dan pihak berwenang berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *