Privasi Covid 19

Ciremai News

Kuningan – Selasa, 30/6/2020 Tepatnya sore hari di ruangan aula SETDA PEMDA KUNINGAN digelar jumpa pers terkait situasi Covid-19 di daerah Kuningan. Jumpa pers tersebut langsung dipimpin Bupati Kuningan H. Acep Purnama didampingi jajarannya dengan menerangkan hasil swab tahap pertama sebanyak 390 orang dengan hasil sembilan warga Kuningan dinyatakan positive.

Situasi ini tentu membuat keadaan kembali runyam, dimana PSBB dinyatakan selesai tanggal 26 juni 2020 dan seluruh warga bersiap menyambut aktivitas baru. Namun hasil swab test menyatakan sebaliknya, situasi belum kembali normal, Covid-19 kembali membayangi aktivitas warga Kuningan.

Selasa malam saat media lokal Kuningan merilis hasil swab test, pada saat itu banyak informasi yang berkembang melalui pesan daring Whatsapp yang menyatakan bahwa salah satu dari terduga positive Covid-19 merupakan warga sekaligus perangkat Desa Ancaran. Namun, rujukan informasi ini tidak resmi artinya bukan dari pemkab Kuningan.

Ironinya, pihak yang diduga postive covid-19 tersebut saat dikonfirmasi tidak menerima surat keterangan apapun dari pemkab dan tidak tahu dirinya terjangkit Covid-19, sehingga selama 12 hari pasca test dan sehari setelah hasil test keluar beliau menjalankan aktivitas seperti biasa.

Tentu hal ini menjadi pukulan berat bagi perangkat Desa Ancaran serta warga ancaran yang berinteraksi dengan yang terjangkit.

Mestinya, sebelum jumpa pers Pemkab memastikan yang postif mengetahui dirinya terjangkit dan segera mengambil tindakan medis, sebelum informasi liar beredar dan menyalahi privasi. Sebab, dalam konstitusi disebutkan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan data pribadi agar merasa aman.

“Warga Ancaran yang terjangkit harus dijaga privasinya. Tindakan membiarkan privasi dilewati adalah tindakan cereboh dan buat gaduh serta melanggar hukum.” ujar Aufi

Saat ini sebelum memastikan kebijakan PSBM dilaksanakan, Pemkab Kuningan wajib melakukan test dengan metode investigasi kontak. “Yang selama ini berkontak dengan yang terjangkit covid-19 harus di swab test dan dikarantina”, kata Aufi.( Van)