Sikap Darul Huda terhadap pernyataan Nuzul Rachdy

Ciremainews,Kuningan-Berbagai dukungan terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat,mulai dari aktivis, para santri Kuningan, juga para tokoh ulama terhadap Pondok Pesantren Husnul Khotimah, usai beredarnya video tanggapan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy tentang adanya penyebaran klaster di pondok tersebut.

Dalam video yang beredar Nuzul Rachdy, menanggapi pertanyaan dari Awak Media tentang klaster tersebut dengan mengungkapkan kekhawatirannya karena dirinya merupakan orang Desa Manis Kidul.
” Saya orang Manis Kidul, itu kan yang laundry, yang nyuci orang Desa Manis Kidul, Jangan sampai Husnul ini hanya membawa limbah, limbah wabah dan limbah segalanya,”Jelasnya dalam ruangan press room di DPRD Kuningan

Pernyataan Nuzul Rachdy disikapi oleh Ketua Yayasan Ponpes Darul Huda, Purwasari,Kang Feri Fajrin yang menuntut Ketua DPRD Kuningan untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada Ponpes Husnul Khotimah, dan kepada semua Ponpes di Indonesian

” Selanjutnya mundur dari jabatan selaku ketua DPRD Kuningan, Karena Nuzul Rachdy tidak mengambarkan figur yg mengayomi dan melindungi masyarakat terlebih pondok pesantren HK termasuk k dalam dapilnya beliau,”tandasnya.

Hal itu menurut Kang Feri, telah menyakiti hati para santri, bukan hanya di Kuningan tapi di Indonesia.

Pernyataan dari ketua DPRD Kuningan sungguh tidak berempati dan sangat stigmatik.

“Saya rasa harus ada tindakan tegas dari Badan Kehormatan dan dari partai saat ini tuntutan tertinggi kami adalah Mundur ini demi kebaikan Kuningan yang di visikan sebagai kabupaten Agamis”. Tutup Kang Fery