Bachrudin Nasori Isu Hoax Dapat Menghancurkan Persatuan Umat

Ciremainews – Kebutuhan informasi yang dibutuhkan masyarakat kini perlu disikapi kritis. Perkembangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik menjadi jembatan persatuan kebangsaan dan harus dilakukan revisi.

Bachrudin Nasori mengaku prihatin dan meminta kerukunan bermasyarakat harus dijaga dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar. Sehingga salah satu bagiannya masuk dalam revisi UU ITE dimana isu hoaks dapat dihindari.

“Sebab isu yang tidak benar, hoax, dan provokasi yang beredar bukan hanya meresahkan saja. Tapi juga sudah berpotensi merusak kerukunan di masyarakat,” ujar Bachrudin dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung NU Kabupaten Tegal Jawa Tengah, Kamis, 4 Februari 2021.

Bahrudin juga menilai, maraknya isu dan hoax yang berkembang tengah membenturkan nilai budaya, adat, bahkan juga agama. Ironisnya lagi, pesan-pesan berirama proaktif itu diterima langsung oleh masyarakat.

“Bahayanya lagi, dengan ramainya medsos maupun WAG (WhatsApp group -red), isu-isu itu diterima langsung oleh masyarakat. Baik ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan anak-anak,” imbuhnya.

Selain memberi penjelasan, sambungnya, upaya membangun persatuan ini adalah melalui silaturrahim. “Kita kuatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa kita, nilai Pancasila di tengah masyarakat”.

“Caranya, perkuat silaturahim. Baik melalui pertemuan-pertemuan kecil, maupun silaturrahim secara online di medsos. Sebab banyaknya berita yang meresahkan tersebut, munculnya dari medsos,” tandasnya.

Acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini diikuti oleh 150 peserta dari pengurus PKB, pengurus NU dan masyarakat.***