Jabarnesia

Pencurian Kambing Berujung “Hakim Jalanan” di Cilimus

CiremaiNews.com, Kuningan – Suasana Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, berubah drastis ketika pria paruh baya berinisial AS (49) dari Losari, Kabupaten Cirebon, mencuri seekor kambing dan tanpa ampun dihajar warga setempat.

Kejadian itu terungkap ketika dua warga sedang patroli Siskamling di tengah gerimis, pada Minggu (25/2/2024) pukul 02.30 WIB. Mereka curiga saat melihat sosok mencurigakan masuk ke sebuah gang. Tanpa ragu, mereka menyusuri jejak dan menemukan AS tengah berupaya menyembunyikan sesuatu di motor matiknya.

Unang Unarsan, Kepala Desa Linggarjati, menceritakan adegan ketegangan malam itu. “Warga yang begadang curiga ada orang asing masuk ke gang kecil. Saat ditemukan, pemilik motor sedang berusaha menaikkan karung ke dashboard motor. Warga langsung hampiri dan terkejut saat tahu itu seekor kambing hasil curian. Maka dimulailah aksi pembalasan dari warga,” ujarnya.

AS tidak bisa kabur dari amukan massa yang meradang. Babak belur dan bersimbah darah, pelaku kriminal ini menjadi “hakim jalanan,” dihakimi warga hingga tak berdaya. Kejadian itu mengundang warga sekitar yang ikut serta dalam aksi menghakimi pelaku.

Tindakan brutal warga tidak berhenti di situ. Mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilimus, yang langsung merespons dan mengamankan AS. Petugas polisi tiba di lokasi kejadian, menemukan pelaku pencurian kambing itu berlumuran darah, dan segera membawanya ke RSUD Linggajati.

Saat pencuri kambing tertangkap basah oleh warga, di Cilimus. Minggu (25/2/2024) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP I Putu Ika Prabhawa, membenarkan kejadian ini. Tersangka AS, setelah mendapat perawatan awal di RSUD Linggajati, kini dirujuk ke RSUD ’45 Kuningan untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun kondisinya serius, AS masih dalam keadaan sadar.

Kejadian ini mencuatkan sisi gelap di balik kekompakan warga Cilimus dalam menjaga keamanan. “Warga di sini memang kompak, masih ada siskamling setiap malam. Padahal tadi malam sempat hujan, tapi warga masih ronda dan berhasil menangkap pencuri kambing,” ungkap Unang.

Pencurian kambing ini bukan hanya kisah kriminal biasa, namun menjadi tontonan dramatis di Cilimus yang menyorot keberanian warga melawan kejahatan dengan cara sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *