Besok, Seluruh Aliansi Buruh Hantam DPR RI tolak RUU OmnibusLaw

Ciremai News

Jakarta, CiremaiNews-Aliansi serikat buruh yang dikomandani Gabungan Serikat Buruh Indonesia serta Front Perjuangan Rakyat dan Front Mahasiswa Indonesia akan melangsungkan aksi turun ke jalan, Kamis (16/7/2020). Dengan tuntutan yang mendesak supaya Omnibus Law RUU Cipta Kerja dihentikan pembahasannya karena bukan aspirasi sejati klas Buruh, Mahasiswa dan kaum tani.

Aksi akan difokuskan di gedung DPR RI bertepatan dengan Sidang Paripurna DPR RI. Ketua Umum Gerakan Serikat Buruh indonesia (GSBI), Rudi HB Daman menegaskan bahwa seluruh pimpiman buruh dalam menyikapi Omnibus Law RUU Ciptaker tidak mengulangi sejarah busuk seperti dalam pembahasan fan pengesahan UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 yang sangat merugikan klas Buruh dan dengan hadirnya Omnibuslaw memperburuk nasib Klas Buruh serta jutaan rakyat Indonesia.

Kemudian Rudi ketua GSBI lebih lanjut mengatakan bahwa ” pembahasan Ciptaker di masa pendemi merupakan upaya yang sangat nyata untuk meredam gerakan klas Buruh yang sedang naik namun muslihat Pemerintah tidak akan sedikitpun meredam klas Buruh. karena aksi besok merupakan Aspirasi sejati klas buruh. Di tengah banyaknya penderitaan rakyat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) serta massifnya perampasan tanah dengan dalih pembangunan infrastructure pembahaasan RUU Ciptaker jelas akan memperburuk keadaan dan bukan solusi masalah yang terjadi.” terang Rudi

Rudi juga mengajak kepada seluruh Gerakan buruh dan Mahasiswa memasifkan perlawanan di seluruh Daerah.

Dalam pandangan yang sama, Bung Yanto Pimpinan Front Perjuangan Rakyat Ciayumajakuning(FPR-C) menyerukan perlawanan yang sama, sesungguhnya

“kehadiran RUU Ciptaker memuluskan jalan Imperialis untuk merampas Sumber daya alam Indonesia serta sumber daya manusia. Terutama sumber daya yang ada di Ciremai yang akan dirampas untuk menopang kawasan Industri di wilayah Majalengka dan Cirebon. Tidak ada kesejahteraan untuk kaum tani, dengan Omnibuslaw karena dengan di sahkannya RUU Ciptaker kehidupan petani hutan akan terus merosot.” Tegas Yanto

“jalan keluar dari Permasalahan rakyat adalah Tegakan Reforma Agraria Sejati dan Industri Nasional bukan memberikan akses kepada Imperialis.” lanjut Yanto

(Uyat Al Magrobi)