Komnas HAM Himbau semua Pihak untuk menebar pesan Damai.

Kuningan, Ciremainews-Beka Ulung Hapsara Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM/Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan melakukan Kunjungan ke Kuningan pada Tinggal 5 Agustus 2020.
sebagai tindak lanjut dari surat aduan Paseban Tri Panca Tunggal.

Kunjungan yang teragendakan selama 2 Hari untuk bertemu Pimpinan Daerah, Pihak Paseban serta PCNU dan Gusdurian Kuningan kemudian melakukan pemantauan lapangan di Kuningan sebagai tindak lanjut pengaduan kawan-kawan Sunda Wiwitan terkait sengketa pembangunan tugu bakal makam leluhur.

Hari pertama. Beka Ulung Hapsara(Komnas HAM)melakukan pertemuan dengan beberapa pihak antara lain keluarga Paseban (Ibu Sepuh, mba Dewi Kanti, mba Djuwita, kang Gumirat dan kang Okky Satria Jati) diteruskan dengan kunjungan ke tugu bakal makam. Hari kedua bermusyawarah dengan Bupati yang ditemani Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari dan Perwakilan Pengadilan Negeri Kuningan. Selain itu juga ada pertemuan dengan Gusdurian Kuningan, PCNU Kuningan dan beberapa pihak lain.
“Terkait dengan penyelesaian sengketa yang ada, Bupati berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan sudah melakukan beberapa langkah dengan berkunjung ke Paseban, membentuk panitia penetapan masyarakat hukum adat dan juga beberapa langkah dialog antara Pemkab Kuningan dengan keluarga Paseban maupun dengan kelompok masyarakat yang menolak pembangunan tugu” Kata Beka
Kemudian Ada juga dialog soal sejarah, sistem kepercayaan dan makna simbol yang dimiliki Sunda Wiwitan yang difasilitasi camat Cigugur dan melibatkan beberala elemen masyarakat.
Lalu Sebagai strategi penyelesaian, Komnas HAM memberi usulan supaya ada mediasi hak asasi manusia antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Sunda Wiwitan dengan Komnas sebagai mediator. Usulan komnas diterima oleh kedua belah pihak. Untuk sementara proposal komnas, mediasi dilakukan tanggal 18-19 Agustus. “Langkah-langkah persiapan mediasi akan secepatnya disiapkan komnas sembari menunggu kepastian waktu serta kesiapan para pihak untuk bermediasi.” Ujar Beka
Ada beberapa hal yang juga harus menjadi pertimbangan bersama untuk dikerjakan antara lain ; membangun kembali tatanan dan relasi sosial antar elemen masyarakat pasca penyelesaian sengketa, mitigasi dampak yang timbul dari kelompok yang menolak pembangunan tugu bakal makam serta antisipasi gangguan keamanan dan penegakan hukum.

“Komnas HAM menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga kondisi dengan menebar pesan damai, mencegah potensi kekerasan serta ujaran kebencian demi penghormatan, pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia.” pungkas Beka. (Uyat Al Magrobi)