Melonjaknya Kasus Covid-19, Marwan Jafar : Rapid Tes dan PCR Wajib Gratis

Jakarta, Ciremai News – Melonjaknya kembali kasus Covid-19 membuat DPR meminta pemerintah untuk menggratiskan pemeriksaan tes cepat (rapid test) dan polymerase chain reaction (PCR) Swab buat mendeteksi penularan virus Corona.

Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mengatakan persoalannya saat ini banyak warga masyarakat mengeluhkan buat melakukan dan mengetahui hasil tes cepat, apalagi tes PCR biayanya sungguh memberatkan. Ambil contoh, biaya tes cepat yang semula di kisaran Rp 150 ribu- Rp 200 ribu, saat ini sudah meroket sampai Rp 500 ribu lebih per orang sekali test di sejumlah daerah. Sebagai bandingan di China diinfokan, untuk rapid test hanya perlu biaya paling mahal sekira Rp 50 ribu.

“Apalagi buat biaya test PCR yang memang lebih mendalam atau akurat hasilnya, pekan lalu saya menemukan fakta orang harus ngeluarkan biaya sampai Rp 2 juta lebih per orang per sekali tes PCR. Sama saja periksa di rumah sakit negara maupun swasta. Mohon maaf, bagi kalangan rakyat kecil seperti pedagang pasar tradisional atau pekerja lepas harian, tukang ojek, dan para sopir mana mungkin dengan penghasilan pas-pasan mereka mudah memeriksakan diri terkait virus Corona?” ujar Marwan kepada media di Jakarta, Senin (12/07/2020).

Marwan menilai tidak bisa lain segenap jajaran pemerintah, kementerian serta kelembagaan dan BUMN sampai pemerintah daerah khususnya tim penanganan Covid-19 mesti benar-benar menggratiskan masalah biaya rapid test dan test PCR Swab buat rakyat biasa demi misi memberikan poteksi, mensubsidi dan memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan tes cepat, terutama mencegah penularan virus Corona.

“Koordinasi dan kerja sama antar pihak berwenang secara masif-sistematis tersebut juga wajib ditingkatkan buat meringankan beban warga masyarakat,” tegasnya.

Mantan Menteri Desa-PDTT ini juga mengingatkan, alokasi pembiayaan atau APBN untuk penanganan Covid-19 secara nasional juga sudah dinaikkan dari semula Rp 78,51 triliun menjadi Rp 87,55 triliun. Kekhawatiran beberapa kalangan seperti kecenderungan ada oknum yang memanfaatkan situasi pandemi, mengail di air keruh hingga gejala komersialisasi maupun penyerahan biaya-biaya test kesehatan ke mekanisme pasar sepenuhnya jangan sampai kita biarkan saja dan makin memberatkan rakyat.”Jangan sampai ada usaha oknum yang melakukan komersialisasi,” terangnya.

Ditambahkan, ia mengapresiasi penuh bila pemerintah daerah terus menjemput bola atau aktif untuk menemukan warga masyarakat meskipun berkategori orang tanpa gejala virus Corona alias bukan hanya yang sedang memeriksakan ke rumah sakit misalnya. Di sisi lain ia mengajak segenap warga masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti selalu bermasker, jaga jarak fisik dan sering cuci tangan serta tidak menganggap remeh serta tetap waspada soal penularan virus Corona. Terutama saat berada di moda transportasi umum, rumah sakit, pasar tradisional serta tempat tertutup seperti ruang perkantoran serta restoran. @priyokustiadi