Ciremainews – Anggota DPR RI sekaligus narasumber MPR RI, Sudjatmiko, menegaskan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan di tengah meningkatnya tantangan sosial dan politik Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar bersama PCNU Kota Bekasi, dan dihadiri sekitar 150 peserta.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa.
Dalam pemaparannya, Sudjatmiko menyoroti maraknya hoaks dan polarisasi digital yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat.
“Hoaks dan ujaran kebencian di media sosial dapat merusak persatuan jika kita tidak memiliki pondasi kebangsaan yang kuat. Empat Pilar adalah pedoman untuk menghadapi tantangan ini,” tegasnya. Beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa literasi digital kini menjadi salah satu kompetensi kebangsaan yang penting dimiliki masyarakat.
Sudjatmiko juga menyinggung persoalan ketimpangan sosial dan tantangan ekonomi nasional. Menurutnya, prinsip keadilan sosial yang tercantum dalam UUD 1945 harus terus diperkuat.
“Penguatan 4 Pilar tidak hanya menjaga persatuan, tetapi juga mendorong keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Menjelang kontestasi politik mendatang, Sudjatmiko mengingatkan tentang bahaya meningkatnya politik identitas. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik.
“Keberagaman adalah kekuatan Indonesia. Jangan jadikan perbedaan sebagai alat perpecahan,” katanya.
Di akhir kegiatan, Sudjatmiko mengajak NU untuk terus berperan aktif menjaga keutuhan NKRI melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“NU punya sejarah panjang merawat Indonesia. Mari bersama memperkuat 4 Pilar sebagai fondasi menghadapi dinamika zaman,” tutupnya.

