Uncategorized

Sumpah Pemuda, Bersama Memajukan Indonesia

Seorang siswa SMK di Kuningan saat menerima penghargaan tingkat Nasional

CiremaiNews.com, Kuningan – Setiap 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda Ke-95 sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa Kongres Pemuda ke dua yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 lalu. Beberapa tokoh yang memiliki peran besar dalam kongres tersebut adalah W.R. Sopratman (Pencipta lagu Indonesia Raya), Mochamad Rochjani Su’ud, Johannes Leimena, R. Katja Soengkana, Rumondor Cornelis Lefrand Senduk, Amir Sjarifoeddin, Johan Mohamad Cai, Mohamad Yamin, R.M. Joko Marsaid, Soegondo Djojopoespito. 

Dalam isi sumpah pemuda yang dihasilkan dari Kongres tersebut ada tiga poin utama sebagai pembuktian semangat patriotosme yang dimiliki para peuda saat itu. lalu bagaimana dengan pemuda/pemudi Indonesia saat ini? seberapa besar patriotisme itu mendarahdaging jika dalam satu jentikan bisa dengan mudah terprovokasi isu-isu kontroversi tanpa konfirmasi dan investigasi. 

Seberapa besar kekecewaan para pemuda terhadap sistem pemerintahan yang ada tapi tidak untuk mebenarkan tindaka-tindakan radikal yang melanggar hak-hak orang lain semisal pengrusakan fasilitas umum. Ada baiknya lebih memfokuskan pada kegiatan-kegiatan fositif di ruang-ruang yang kini banyak tersedia dibidangnya masing-masing.

Kebanggaan tersendiri bagi bangsa ini ketika putra-putrinya mencetak prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik termasuk olahraga. Bahkan munculnya nama-nama yang menjadi pemenang paragames bagi para pemuda dengan kebutuhan khusus. Indonesia seharusnya mampu membangun negerinya lebih baik tanpa mempekerjakan asing andai saja seluruh kesempatan itu diberikan kepada para pemuda/pemudinya. 

Indonesia tidak kekurangan talenta-talenta brilliant yang bahkan karena kecerdasannya justru digunakan oleh asing, karena negerinya sendiri kurang memberinya apresiasi yang sesuai dengan kemampuannya. 

Sedangkan Indonesia malah bangga mempekerjakan asing, bukankah itu merupakan peluang untuk asing mengetahui seberapa kekayaan yang dimiliki Indonesia yang mendorong untuk menguasainya. 

Perbedaan bukan sebuah halangan untuk membangun tapi jadikan keberagaman sebaai kekuatan yang tak terpecahkan. Maka dari itu Indonesia sudah waktunya untuk bangun, memajukan negeri ini melalui pemuda/pemudi mandiri yang juga mencipta teknologi-teknologi ramah lingkungan. Demi keberlangsungan negeri lebih sejahtera dalam lestari. (Vera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *