PCNU : Rangkaian HSN Tidak Ada Aksi Demo

Kuningan, ciremainews – Dalam proses perjuangan merebut kemerdekaan dan proses pembangunan pasca kemerdekaan, pesantren dan santri memberikan warna yang sangat signifikan. Peran ini harus terus dipeliharan dan terus diperbaiki sehingga kehadiran pesantren, kyai/ulama, dan santri semakin mendapat tempat dalam tata kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan.

Atas dasar pemikiran sederhana di atas, momentum Hasi Santri Nasional (HSN) ke-6 tahun 2020 di Kabupaten Kuningan perlu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang kemanfaatannya dirasakan oleh semua pihak. Terlebih momentum HSN tahun 2020 berada dalam situasi PANDEMI COVID-19 yang menuntut kehati-hatian semua pihak.

Tema yang di angkat pada Momentum Hari Santri Nasional yakni :Santri Sehat, Indonesia Kuat”, Adapun Kegiatan yang akan diselenggarakan diantaranya:

  1. Audisi Da’wah Nusantara antar Pesantren Se-Kabupaten Kuningan;
  2. Cerdas Cermat Bela Bangsa;
  3. Turnamen Futsal Liga Santri antar Pesantren se-Kabupaten Kuningan;
  4. Bahtsul Masail;
  5. Ziarah Makbaroh ke Para Waliyullah dan ulama di Kuningan termasuk Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunungjati dan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon;
  6. Halaqoh Kesehatan dengan tema “Peran Ulama dan Pesantren dalam Masa Pandemi Covid-19”
  7. Pembacaan Manaqib Mu’asis NU, 1 Miliyar Shalawat Nariyah dan Tibil Qulub serentak;
  8. Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU);
  9. Apel Hari Santri Nasional, launching KARTANU, serta Kreasi BANSER dan Silat Pagar Nusa NU.

Acara pertama yg sedang dilakukan ialah Ziarah ke 27 makbaroh Para Waliyullah Para Masyayikh dan Para Ulama NU di Kuningan.

Menanggapi Isu yang beredar bahwa pada momentum HSN akan digelar aksi di luar 9 (Sembilan) kegiatan di atas.
“Saya mengatakan bahwa bentuk Ekspresi tersebut di luar tanggung jawab Panitia HSN. Dalam konteks fenomena yang beredar, saya berketetapan bahwa sah saja orang lain berekspresi meskipun berbeda dengan bentuk ekspresi PCNU” Ungkap Emup Muplihudin selaku Ketua Panitia HSN di Kabupaten Kuningan

“Fenomena yang sedang berkembang di Kabupaten Kuningan perihal “kosa kata LIMBAH”, PCNU menyerahkan proses penyelesaiannya kepada pihak yg berwenang. Sikap yang dikedepankan NU didasarkan pada asumsi pokok sikap kemasyarakatan NU yang TAWASUTH, berpikir tenang, dan melakukan kritik yang proporsional. Bahwa ada kekeliruan, (mungkin) IYA. Tapi, gak perlu kita mempertontonkan reaksi yang berlebihan. TABAYUN, saya kira sudah bagus dilakukan. Menjadikan fenomena “kekeliruan” yang telah terjadi sebagai CERMIN dan bahan INSTROSPEKSI, itu bagus. Semoga marwah santri semakin baik, dan kehadirannya semakin dirasakan masyarakat” Pungkas Emup yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kuningan