Ciremainews – Anggota MPR RI, KH. An’im Falahuddin Mahrus, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mencegah polarisasi sosial akibat perbedaan pilihan politik di media sosial. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi kebangsaan yang digelar pada 8 Desember pukul 18.00 WIB hingga selesai di Aula PPHM Lirboyo, Kabupaten Kediri, dengan diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan santri, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan.
Dalam pemaparannya, KH. An’im menilai bahwa dinamika politik di ruang digital sering kali memicu perpecahan karena kurangnya literasi dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia mengingatkan bahwa demokrasi memang membuka ruang perbedaan, tetapi tidak membenarkan munculnya kebencian dan permusuhan.
“Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun jangan sampai perbedaan itu memutus persaudaraan. Media sosial jangan dijadikan alat untuk menyerang, tetapi ruang untuk berdialog dan menyampaikan gagasan secara santun,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda harus tampil sebagai penjaga akal sehat dan penyejuk di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, strategi konkret yang bisa dilakukan adalah memperkuat literasi digital, membiasakan verifikasi informasi sebelum membagikan, serta aktif menyebarkan konten positif yang mencerminkan nilai persatuan.
“Kalau kita ingin bangsa ini kuat, maka ruang digitalnya juga harus sehat. Generasi muda jangan hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi pengarah arus informasi yang mencerdaskan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog yang membahas fenomena polarisasi menjelang momentum politik. Sejumlah peserta mengungkapkan kekhawatiran terhadap meningkatnya ujaran kebencian dan hoaks di media sosial.
Menanggapi hal itu, KH. An’im kembali menegaskan komitmen kebangsaan sebagai fondasi utama dalam kehidupan demokrasi. “Kita boleh berbeda dalam pilihan, tetapi kita tetap satu dalam tujuan menjaga keutuhan bangsa. Persatuan harus lebih besar daripada kepentingan politik sesaat,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hingga malam hari itu ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadi generasi yang dewasa dalam berpolitik, cerdas dalam bermedia sosial, dan konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

