Oleh : Riki Irfan ST Msi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)
CiremaiNews,Kuningan- Hidup itu penuh dinamika, kadang mendapatkan kesenangan dan kadang dirundung kesedihan, silih berganti. Tentu kita semua inginnya selalu beruntung mendapatkan kesenangan. Beberapa diantara kita sering merasa lebih banyak menderita dan merasa tidak beruntung, dibandingkan orang lain.
Pada kesempatan ini, penulis mencoba merangkumkan tulisan dari berbagai sumber mengenai upaya agar kita, khususnya muslim, dapaat meraih keberuntungan dalam hidup. Dalam Islam, keberuntungan bukan hanya soal harta, jabatan, atau keberhasilan duniawi saja.
Namun keberuntungan sejati adalah ketika seseorang mendapatkan kebahagiaan (hati) dalam menjalani hidup di dunia dan kelak selamat di akhirat dari siksa neraka dan dimasukkan ke surga oleh Allah. Tentu saja keberuntungan ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses usaha, doa, dan sikap hidup yang benar.
Makna Keberuntungan
Istilah keberuntungan (falah), bermakna keberhasilan yang menyeluruh, baik di dunia maupun di akhirat. Untuk meraih falah, seseorang harus menggabungkan iman, ketakwaan, dan usaha yang maksimal.
Usaha tersebut tidak hanya bersifat duniawi, tetapi juga diiringi dengan ibadah dan doa kepada Allah. Panggilan meraih keberuntungan itu disampaikan sehari lima kali dalam panggilan adzan, bagi muslim yang beriman mendatangi tempat shalat berjamaah adalah salah satu cara mudah meraih keberuntungan. Selain itu, satu cara lain untuk meraih keberuntungan adalah dengan melatih sikap qanaah, yaitu merasa cukup dan ridha terhadap rezeki yang telah diberikan Allah.
Ciri-ciri Orang beruntung
Berikut ini beberapa ciri orang yang termasuk golongan orang beruntung, yaitu:
orang yang beriman dan beramal saleh. Iman tidak hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dengan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka itu khusyuk dalam shalatnya, menjauhi hal yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kehormatan diri, serta amanah dalam menjalankan tanggung jawab.
orang yang senantiasa bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah. Orang-orang beriman diperintahkan untuk bertaubat agar memperoleh keberuntungan.
orang yang sabar dalam menghadapi cobaan, mereka tidak mudah mengeluh, tetap kuat, dan yakin bahwa setiap ujian pasti memiliki hikmah. Mereka saling menasihati dalam kebenaran dan kebaikan.
orang yang memiliki hati yang bersyukur.
Dengan rasa syukur, hidup menjadi lebih tenang dan bahagia.orang yang selalu berdzikir, mengingat Allah dalam setiap keadaan, sehingga hati mereka menjadi tenteram.orang yang memiliki pasangan yang saleh atau salehah, keluarga yang harmonis dan lingkungan tetangga yang baik. Pasangan yang baik akan saling mendukung dalam kebaikan dan ketakwaan kepada Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
orang yang memiliki pola pikir optimis. Mereka tidak mudah putus asa dan selalu melihat sisi positif dalam setiap keadaan. Selain itu, mereka juga tangguh, mampu bangkit dari kegagalan, dan terus berusaha memperbaiki diri. orang yang gemar dan senang membantu orang lain dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Mereka mendapatkan keberuntungngan, karena kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan kembali kepada mereka sendiri.
Panduan amal untuk meraih keberuntungan
Berikut ini sebagian amalan yang dapat dilakukan sebagai ikhtiar meraih keberuntungan, yaitu:
meningkatkan iman dan ketakwaan. Ini dapat dilakukan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang bertakwa akan mendapatkan kemudahan dan rezeki dari arah yang tidak disangka.
menjaga kualitas shalat. Shalat yang khusyuk menjadi kunci utama dalam mendekatkan diri kepada Allah. Selain shalat wajib, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak shalat sunnah.
memperbanyak istighfar dan taubat.
Dengan sering memohon ampun, dosa-dosa dapat dihapus dan pintu rezeki akan terbuka. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan keberkahan.
rajin bersedekah dan menunaikan zakat. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Membaca Al-Qur’an secara rutin. Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup yang dapat menuntun manusia menuju jalan yang benar.
menjaga silaturahmi. Hubungan baik dengan keluarga dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Berbakti kepada orang tua juga menjadi salah satu kunci keberuntungan.
Menjaga lisan, menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, serta berusaha dengan sungguh-sungguh melalui pekerjaan yang halal.
Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, saling menolong dan bertoleransi.
Menjadi orang yang beruntung bukanlah hal yang mustahil. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraihnya. Keberuntungan tidak selalu terlihat dalam bentuk materi. Orang yang beruntung menurut Islam adalah mereka yang memiliki iman, bertakwa kepada Allah, serta selalu bersyukur dan merasa cukup atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah.
Keberuntungan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari keberkahan hidup dan kebahagiaan yang dirasakan. Penulis mengajak diri sendiri dan semua pembaca, marilah kita mulai memperbaiki diri, meningkatkan amal shaleh, dan terus mendekatkan diri kepada Allah agar termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung. Wallahu alam bishawab.

