Oleh: Riki Irfan ST M.Si (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)
CiremaiNews,Kuningan- Bagi kita manusia yang diberikan akal pikiran, kita perlu memahami dan pasti telah menyaksikan bahwa kehidupan manusia itu tidaklah abadi, dan cenderung singkat, telah banyak kematian yang kita saksikan terjadi pada orang yang lebih tua, sebaya, teman dan bahkan terjadi pada yang lebih muda dari kita.
Pada rentang waktu hidup yang tidak terlampau panjang, sebutlah 60 hingga 90 tahun, manusia diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang penuh makna dan tujuan. Pada kesempatan ini, penulis merujuk buku “Perjalanan Hidup” karya penulis yang diterbitkan pada tahun 2020, agar penulis mengingat dan sekaligus mengajak pembaca agar tidak menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan oleh Allah. Usia manusia adalah rahasia Ilahi, sehingga setiap detik harus dimanfaatkan untuk kebaikan, khususnya untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan abadi di akhirat, selain menjalani hidup di dunia dengan baik dan berbahagia.
Waktu itu Anugerah
Waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang sering kali kita abaikan, dan kebanyakan kita tidak menyadari betapa berharganya waktu hingga waktu tersebut berlalu. Dalam Islam, waktu bahkan dijadikan sumpah oleh Allah sebagai tanda pentingnya waktu bagi kehidupan manusia.
Manusia itu berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Kerugian tersebut hanya bisa dihindari oleh orang-orang yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban atas umur (waktu), ilmu yang dimiliki, harta yang diperoleh, serta bagaimana tubuh ini digunakan. Waktu juga merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Dalam Islam, kita diwajibkan untuk mengelola waktu agar dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna. Ada dua hal yang biasnya menipu manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Keduanya sering dianggap biasa, dilalaikan padahal keduanya sangat berharga. Berikut ini beberapa cara sederhana untuk memanfaatkan waktu, yang bisa kita terapkan, yaitu: jangan menunda pekerjaan, dahulukan hal-hal yang wajib, jauhi dan hindari kegiatan yang tidak bermanfaat, terapkan target dengan baik, buatlah jadwal dan berdisiplin. Waktu yang terkelola dengan baik akan membantu seseorang mencapai tujuan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Tahap Kehidupan Manusia
Kehidupan manusia terdiri dari beberapa fase yang menunjukkan perkembangan fisik, mental, dan spiritual. Berikut adalah rangkuman fase kehidupan manusia, yaitu:
Janin hingga Bayi: Sejak dalam kandungan, Allah telah menetapkan berbagai hal seperti rezeki, amal, dan ajal seseorang. Kita perlu menyadari bahwa hidup bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari rencana Ilahi.
Anak hingga Remaja: manusia mengalami pertumbuhan dari kondisi lemah menuju kuat, yaitu dari bayi hingga remaja. Fase ini merupakan masa pembentukan karakter, moral, serta kebiasaan. Agar manusia tumbuh menjadi pribadi yang baik, manusia perlu pendidikan dan bimbingan.
Dewasa: ditandai dengan kematangan fisik dan mental. Fase dimana seorang manusia mulai memikul tanggung jawab atas segala perbuatannya (telah baligh). Seorang yang dewasa diharapkan: mandiri dalam mengambil keputusan, mampu menghadapi masalah, bisa berintrospeksi diri, mampu mengatur prioritas hidup dan peduli terhadap orang lain. Pada usia sekitar 40 tahun, manusia harus lebih banyak bersyukur dan meningkatkan amal shaleh.
Usia ini merupakan masa puncak kedewasaan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk kembali ke jalan Allah.
Tua: merupakan tahap akhir dalam kehidupan manusia, kekuatan fisik mulai berkurang, dan manusia semakin mendekati akhir hidupnya.
Bagi yang sudah masuk ke fase ini, biasanya usia diatas 60 tahun, perlu memperbanyak ibadah wajib dan sunnah, berdzikir dan beristighfar, bersedekah, Menasihati keluarga agar tetap berada di jalan yang benar. Fase ini adalah waktu terakhir (bagi yang masih hidup) untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal menuju akhirat, sebelum kematian tiba.
Selain fase kehidupan, kita sebagai manusia perlu menyakini bahwa ada suatu kepastian bagi kita semua, yaitu kematian. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menunda atau mempercepat ajal yang telah ditentukan.
Dengan memperbanyak mengingat kematian, kita akan menyadari keterbatasan jatah umur kita hidup, tidak dilalaikan urusan dunia dan dapat meningkatkan kualitas ibadah. Dalam mempersiapkan kepastian itu, kita perlu segera bertaubat dari keburukan dan maksiat, menjaga keimanan, melaksanakan ibadah wajib, melatih akhlak baik dan menjaga lisan. Kesadaran akan kematian akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam menjalani hidup.
Tujuan Hidup
Tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Ibadah tidak hanya terbatas pada ritual seperti sholat atau puasa, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan sesama, selama dilakukan dengan cara dan niat yang benar.
Kita diperintahkan untuk mencari ilmu untuk mengenal Allah sebagai pencipta, tidak menyekutukan Allah, berlomba-lomba mengerjakan kebaikan dan menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab. Waktu merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Dengan mengetahui dan memahami fase kehidupan, pentingnya waktu, serta tujuan hidup semoga kita mampu menjalani hidup dengan lebih bijaksana.
Demikian artikel ini penulis buat agar menjadi pengingat kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, memanfaatkan sisa waktu untuk beramal shaleh. Setiap fase memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah. Kehidupan di dunia itu sangat singkat, jangan sia siakan waktu dan mari siapkan bekal kehidupan akherat yang abadi dan sebaik baik bekal kita adalah ketakwaan kepada Allah. Wallahu alam bishawab.

