Ikatan Mahasiswa Cirebon Indonesia (IMCI) sukses menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama dan Konsolidasi Suara Mahasiswa yang mempertemukan mahasiswa dengan sejumlah pimpinan daerah Kabupaten Cirebon dalam sebuah forum silaturahmi, refleksi, sekaligus dialog terbuka mengenai arah pembangunan dan masa depan Kabupaten Cirebon.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan daerah dari unsur legislatif dan eksekutif Kabupaten Cirebon, di antaranya, Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon Sunanto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon Jois Putra, serta Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon Ade Nugroho Yuliarno,
Kegiatan yang digagas oleh IMCI ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, lembaga legislatif, serta pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif bagi masa depan Kabupaten Cirebon. Posisi strategis sebagai kekuatan intelektual yang mampu menjembatani gagasan, aspirasi masyarakat, serta kebijakan pembangunan daerah.
Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Cirebon Indonesia, Barri Nikko, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam proses regenerasi kepemimpinan daerah. Menurutnya, masa depan Kabupaten Cirebon tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang lahir hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk memimpin di masa mendatang.
“Sejarah menunjukkan bahwa setiap perubahan besar selalu lahir dari keberanian generasi muda untuk berpikir, bersuara, dan mengambil peran. Kabupaten Cirebon di masa mendatang berada di tangan generasi regenerasi hari ini, yaitu mahasiswa, pemuda, dan intelektual muda yang sedang ditempa oleh pengalaman, gagasan, serta keberanian moral,” ujar Barri Nikko. Sabtu (14/03/2026)
Menurutnya,pertemuan seperti ini bukan sekadar agenda seremonial. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran generasi muda dengan para pemangku kebijakan daerah, baik dari unsur legislatif maupun eksekutif, sehingga tercipta dialog yang sehat mengenai arah pembangunan Kabupaten Cirebon di masa mendatang.
“Forum ini sekaligus menegaskan peran IMCI sebagai ruang dialog strategis antara mahasiswa dan para pengambil kebijakan daerah dalam membahas berbagai isu pembangunan Kabupaten Cirebon,”ungkap Niko.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah, tetapi harus mulai memposisikan diri sebagai subjek perubahan yang aktif dalam merumuskan masa depan daerahnya sendiri.Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga independensi intelektual dalam mengawasi jalannya kebijakan publik, sekaligus memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan daerah.
“Mahasiswa harus mampu berdiri pada dua posisi yang seimbang, yaitu sebagai kekuatan moral yang mengingatkan ketika kebijakan publik mulai menjauh dari kepentingan rakyat, serta sebagai mitra strategis yang memberikan gagasan dan solusi bagi pembangunan daerah.’tegasnya.
Tambahnya,dalam pandangan IMCI, mahasiswa tidak seharusnya dipersepsikan semata sebagai pihak yang selalu berseberangan dengan pemerintah. Mahasiswa merupakan penyambung lidah masyarakat sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat, sehingga berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Melalui peran tersebut, mahasiswa juga dapat menjadi kepanjangan tangan dalam memperkuat pemahaman publik terhadap berbagai program pembangunan, sekaligus memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan pemerintah dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.Melalui kegiatan ini, IMCI juga menegaskan perannya sebagai wadah konsolidasi intelektual mahasiswa Cirebon dari berbagai perguruan tinggi.
“Organisasi ini terus berupaya memperkuat tradisi diskursus, membangun solidaritas gagasan, serta menghadirkan ruang pertemuan bagi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah,” ujarnya.
Momentum kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IMCI untuk memperkuat konsolidasi gagasan mahasiswa Cirebon, sekaligus membangun tradisi dialog yang sehat antara mahasiswa dan pemangku kebijakan daerah mengenai berbagai isu strategis pembangunan Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan musikalisasi puisi karya mahasiswa IMCI, yang menjadi bentuk ekspresi reflektif generasi muda terhadap perjalanan daerah serta harapan tentang masa depan Kabupaten Cirebon yang lebih baik.
Dalam konteks yang lebih luas, IMCI menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik di ruang-ruang kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga arah perjalanan masyarakat dan daerahnya.
Bagi IMCI, ruang-ruang pertemuan seperti ini merupakan bagian dari tradisi panjang gerakan mahasiswa di Indonesia yang selalu menempatkan mahasiswa sebagai kekuatan moral, kekuatan intelektual, sekaligus penjaga nurani publik dalam kehidupan demokrasi.
“Karena itu IMCI meyakini bahwa masa depan Kabupaten Cirebon tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan hari ini, tetapi juga oleh kesiapan generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk memimpin pada masa yang akan datang,” tuturnya.
Sebagaimana, masih kata Barri Niko sejarah telah berkali-kali membuktikan, dari ruang-ruang mahasiswa sering kali lahir gagasan besar yang kemudian menentukan arah perjalanan bangsa dan daerah.
Sebagai organisasi mahasiswa daerah yang lahir dari semangat konsolidasi intelektual dan kepedulian terhadap masa depan daerah, IMCI terus berkomitmen membangun ruang perjumpaan gagasan antara mahasiswa, masyarakat, serta para pemangku kebijakan daerah. “
Melalui forum-forum dialog seperti ini, IMCI berupaya menegaskan bahwa mahasiswa Cirebon tidak hanya hadir sebagai pengamat sosial, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan moral dan intelektual yang ikut menjaga arah perjalanan pembangunan Kabupaten Cirebon,” pangkasnya.

