Sel. Apr 7th, 2026

Kesehatan Mental dan Ketenangan Jiwa

Oleh: Riki Irfan  ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan,- Dalam hidup ini, agar sukses menjalani kehidupan, manusia membutuhkan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.  Agar sehat secara jasmani (lahir), manusia memerlukan makan minum dan olahraga serta istirahat yang cukup dan segala hal penunjang kebaikan fisik manusia. Sedangkan agar sehat rohani (bathin/mental), manusia perlu asupan asupan suplemen penting yaitu salah satunya adalah ilmu agama (cara beribadah, mendekatan diri dan penyerahan diri kepada Allah).

Dalam kesempatan ini, penulis akan merangkum mengenai  Kesehatan Mental dan Ketenangan Jiwa, dan kaitannya dengan kedekatan manusia dengan Tuhan yang Maha Pencipta, Allah subhanahu wataala. Hati manusia sering bergejolak dalam setiap waktu, bahkan tak jarang pada mengalami stres berat, putus asa dan kehilangan kendali dirinya sendiri.

Manusia yang sehat mental adalah apabila manusia mampu mengelola tekanan hidup, menyadari potensi diri, bekerja produktif, serta menjalin hubungan positif dengan sesama. Ini mencakup cara berpikir, merasa, dan bertindak dalam menghadapi kehidupan, serta sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Kesehatan Mental

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial secara umum, yang memungkinkan seorang manusia mampu mengelola stres, dapat berkembang intelektual dan emosional dan berkinerja secara optimal. 

Dalam ajaran agama Islam, setiap muslim diwajibkan menjaga kesehatan mental melalui ibadah, dzikir, pembiasaan sikap positif, dan menjaga keseimbangan hidup.  Menjaga kesehatan mental menurut Islam adalah proses menjaga keseimbangan antara kebutuhan spiritual, emosional, sosial, dan fisik, sehingga hidup lebih harmonis, produktif, dan tetap dapat sejalan dengan syariat Islam.

Berikut ini adalah rangkuman panduan dalam rangka muslim menjaga Kesehatan mental, yaitu:

1. Mengerjakan Ibadah dengan Konsisten. Berbagai ibadah seperti Shalat, puasa, membaca alquran dan mengeluarkan zakat tidak hanya mempengaruhi fisik tetapi juga dapat menenangkan hati. Sebagai contohnya ibadah Shalat, selain berfungsi sebagai sarana komunikasi langsung dengan Allah, juga dapat mengurangi kecemasan, menambah ketenangan jiwa dan mendatangkan pertolongan Allah, sebagaimana dalam surat al-Baqarah ayat 45. Kerjakanlah shalat malam, selain shalat yang 5 waktu.

2. Rutinkan dan perbanyak berdzikir dan berdoa. Mengingat Allah melalui dzikir dan doa dapat menenangkan pikiran dan mengurangi rasa takut atau cemas. “Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kamu” (QS. Al-Baqarah: 152). Perbanyak membaca Alquran, akan mendatangkan ketenangan hati.  Memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah sesering mungkin.

3. Bersikap Sabar dan Tawakal. Kesabaran menghadapi ujian hidup dan berserah diri kepada Allah membantu mengurangi stres dan rasa putus asa. Islam mengajarkan bahwa setiap permasalahan adalah takdir Allah dan Allah akan memberikan pahala bagi yang sabar, sebagaimana dalam surat al-Baqarah ayat 155-157.

4. Menjaga Hubungan Sosial. Umat Islam dianjutkan untuk saling menasihati dalam kesabaran dan kebenaran, bergaul dengan baik, dan berbuat ihsan, karena dukungan sosial dapat menjaga kesehatan mental, mengurangi kesepian, dan menguatkan ketahanan emosional. Perbanyaklah bergabung dengan orang orang shaleh. 

5. Menjaga Keseimbangan Hidup. Islam menganjurkan hidup seimbang.  Untuk dapat menjaga kesehatan secara menyeluruh, kita perlu makan makanan halal dan sehat/baik, berolahraga, tidur cukup, dan memiliki waktu untuk refleksi diri (bangun sepertiga malam terakhir, sholat dan muhasabah menilai diri sendiri).

6. Mengelola Emosi dan Pikiran Negatif. Islam menekankan pengendalian nafsu dan emosi melalui akhlak dan pemikiran positif. Mengelola emosi, tidak mudah marah merupakan ajara Islam dan sekaligus bagian dari proses menjaga kesehatan psikologis. Kita juga diperbolehkan bertanya kepada alim ulama atau dari ahli profesional jika mengalami masalah mental atau emosional. Salah satu latihan menjaga emosi adalah dengan memperbanyak melakukan puasa sunnah.

Ketenangan Jiwa

Ketenangan jiwa adalah bagian dari kesehatan mental yang khusus mengacu kepada kedamaian batin, stabilitas batiniah, dan ketentraman hati.  Ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa akan dapat tercapai dengan cara bertaqarrub dan melakukan ketaatan kepada perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Pada hakikatnya, kepuasan hati, ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa adalah salah satu hasil dari penerapan syariat, dengan syarat dilakukan sesuai dengan tuntunan yang benar dalam beribadah (ikhlash melakukan ibadah hanya untuk Allah dan selalu mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Pada zaman ini, hiburan ke tempat rekreasi atau healing, nonton konser musik artis dunia, nonton bioskop, pergi karaoke atau hiburan lainnya dianggap bisa mendatangkan dan menimbulkan kepuasan hati, ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa dan banyak digemari orang saat ini, pada kenyataannya kesenangan dan kebahagiaan dari hal hal tersebut adalah semu, hanya sesaat otak memproses bahagia namun kemudian hati kembali kepada kejenuhan apabila kembali ke pada rutinitasnya.

Allah berfirman dalam alquran: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.ar Ra’d:28). Ayat ini adalah menunjukan dengan jelas bahwa hanya dengan berdzikir kepada Allah itulah solusi bagi setiap muslim yang senantiasa ingin mendapatkan kepuasan hati, ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa yang hakiki dan abadi. Sesungguhnya dzikir adalah penghidup hati yang hakiki. Dzikir merupakan makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila (jiwa) seseorang tidak berdzikir, maka hatinya telah kehilangan makanan pokoknya. Padahal kepuasan hati, ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa yang hakiki tidaklah mungkin dihasilkan melainkan hanya dengan dzikrullah.

Di antara faidah-faidah dzikir yaitu dapat mendatangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan kelapangan bagi orang yang melakukannya, serta dapat melahirkan ketenangan dan ketenteraman di dalam hati orang yang melakukannya. Hati (manusia) tidak akan pernah merasakan ketentraman, kecuali dengan berdzikir kepada Allah. Tidak ada obat penawar bagi orang yang hatinya sakit dan selalu gelisah, resah, dan gundah, melainkan hanya dengan dzikrullah. 

Dzikrullah dapat dilakukan dengan dua cara: 1) dengan mengingat Allah dan banyak berdzikir dengan bertasbih, bertahmid, bertahlil, ataupun bertakbir.

 2) dengan memahami makna-makna al Qur`an dan hukum-hukumnya; karena di dalam al Qur`an terdapat dalil-dalil dan petunjuk-petunjuk yang jelas, serta bukti kebenaran yang nyata.

Para ulama menyampaikan bahwa kunci utama untuk membuka hati mencapai kepuasan hati, ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa adalah dengan dzikrullah (berdzikir kepada Allah) dan tha’atullah (taat kepada Allah). Tingkatan tha’atullah yang paling tinggi adalah tauhidullah (mentauhidkan Allah).

Manusia yang paling berbahagia, tenteram, dan tenang jiwanya adalah seorang muslim yang bertauhid dan merealisasikan tauhidnya dalam kehidupan sehari-hari.  Demikian semoga artikel ini bermanfaat menambah wawasan kita, terkhusus bagi umat Islam agar kita dapat menjaga kesehatan mental dan memperoleh ketenangan jiwa yang hakiki. Wallahu alam bishawab.

Berita Terkait