Sab. Apr 4th, 2026

Ramadhan Bulan yang Penuh Berkah, Mari Kita Latih Kedermawanan dan Empati Terhadap Mereka yang Lemah

Oleh: Riki Irfan ST MSi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, dimana setiap ibadah dan amal kebaikan dijanjikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kasih sayang dan kepekaan terhadap sesama. Rosululloh shalallahu alaihi wasallam telah memberi teladan dan menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, terlebih di bulan suci Ramadhan ini. 

Bersedekah dibulan Ramadhan adalah lebih utama dibandingkan dengan waktu lain, sebagaimana pada hadist berikut “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi). Sedekah di bulan Ramadhan pada dasarnya tidak hanya membawa kebaikan bagi penerima, tetapi bahkan lebih banyak kebaikan keberkahan bagi si pemberi sedekah itu sendiri, tentu jika sedekahnya dari harta halal yang didasari keimanan dan pengharapan pahala keberkahan kepada Allah, bukan karena ingin mendapat pujian manusia. Dengan memberi sedekah (dari harta halal dan ikhlas karena Allah), seorang Muslim dapat membersihkan harta, menambah keberkahan, terhindar dari penyakit dan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah. 

Dalam kesempatan ini, penulis akan merangkumkan dari berbagai sumber beberapa motivasi agar umat muslim untuk lebih bersemangat bersedekah serta meningkatkan empati untuk membantu yang berkekurangan, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan acuan penyemangat untuk kita semua memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan yang penuh berkah:

1. Bersedekah yang ikhlas karena hanya mengharap ridho Allah, maka akan diberikan balasan surga.

Allah Subhanahu Wataala berfirman: “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka.” (QS. Al-Baqarah: 274).

2.Di bulan Ramadhan, setiap amal baik diberikan pahala berlipat ganda, termasuk pahala bersedekah akan dilipatgandakan. 

Allah Subhanahu Wataala berfirman: “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, di setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261).

3. Bersedekah dapat membawa Keberkahan pada harta dan tidak mengurangi harta.

Sebagaimana firman Allah: “Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba: 39). Allah bisa menggantinya dengan harta, anak shaleh, atau ketenangan hati dan kebahagiaan tersendiri. Rasululloh shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim).

4. Bersedekah dapat menjadi penebus dosa.

Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi).

5. Bersedekah dapat menjauhkan kita dari Api Neraka. 

Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Lindungilah diri kalian dari api neraka walau dengan sedekah sebutir kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Bersedekah membantu meringankan beban sesama manusia yang lemah dan membutuhkan bantuan, kemungkinan besar akan mendapat Doa tulus dari Mereka. 

Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kalian diberi pertolongan dan rezeki karena keberadaan orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Bukhari).

7. Orang yang bersedekah dengan sembunyi sembunyi dan hanya mengharap balasan dari Allah dijanjikan mendapat Perlindungan di hari Kiamat. 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda bahwa salah satu dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat adalah: “Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan melakukan sedekah, membantu orang yang tidak memiliki harta maka hubungan antara sesama manusia akan terjalin menjadi lebih erat, rasa empati akan semakin tumbuh dan memperkuat rasa kasih sayang dan persaudaraan sesama manusia. Dalam hal saling membantu sesama muslim, hal itu juga semakin memperkuat ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama muslim. 

Disisi lain, kita perlu mencari harta yang halal agar sedekah kita mendapatkan kebaikan, karena Allah tidak akan menerima sedekah dari harta hasil usaha haram. “Barangsiapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang thayyib (yang baik), maka Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang di antara kalian membesarkan kuda kecilnya hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mari kita manfaatkan Bulan Ramadhan ini sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak beramal shaleh dan bersedekah, serta membantu mereka yang lemah dan membutuhkan uluran tangan, dengan hanya mengharapkan keridhaan Allah dan balasan dari Allah saja. Juga terdapat keutamaan menyantuni anak yatim, yaitu dapat membersihkan hati,  dibukakan pintu rezeki, dan dijanjikan kelak dekat dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di surga, diibaratkan seperti jari telunjuk dan jari tengah. Namun bagaimana jika juga tidak memiliki kelebihan harta, tapi ingin mendapatkan keberkahan dari amal shaleh sedekah?  Jika tidak memiliki harta yang lebih, amal sedekah dapat diganti dengan selalu berkata yang baik, tutur kata yang santun, menyenangkan atau penuh senyuman dan memberikan keceriaan bagi orang sekitar.

Sebagai penutup, mari berdoa agar Allah subhanahu wataala senantiasa memberi kita kemampuan memanfaatkan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini  untuk beribadah terbaik, dengan melakukan amal shaleh termasuk bersedekah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosululloh shalallahu alaihi wasallam. Aamiin

Berita Terkait