Jum. Mar 27th, 2026

Yuk Lanjut Beribadah Terbaik dan Perbanyak Istighfar di Akhir Ramadhan

Riki Irfan ST MSi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Bulan Ramadhan sudah dipenghujung waktu, tinggal hitungan jam kita akan ditinggalkan bulan yang penuh berkah, sebagian dari kita (muslim Indonesia), mungkin diakhir Ramadhan ini tengah sibuk dengan tradisi kita masing masing, perjalanan mudik, menyiapkan keperluan lebaran, makanan pakaian dan lain lain, sehingga terkadang kita semua terlena dan lalai dengan Eforia kemeriahan Idul Fitri, tanpa merasa bersedih akan perginya bulan Ramadhan. Padahal, tidak ada satu kepastian pun bahwa tahun depan kita semua bisa berjumpa dengan nya, bulan yang penuh ampunan dan keberkahan dari Allah. Sungguh saat ini adalah waktu waktu yang sangat memilukan bagi semua yang beriman. Mari berdoa dan berharap ibadah puasa kita dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah, kita mendapatkan ampunan Allah dan semoga kita masih bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan ditahun tahun berikutnya. 

Perbanyak Istighfar

Memperbanyak istighfar (ucapan yang sangat mudah di lisan: “astaghfirulloh waatubu ilaih”) di akhir Ramadhan sangatlah dianjurkan dalam rangka dapat menyempurnakan ibadah puasa, menambal kekurangan dalam ibadah, dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Waktu saat adalah momen krusial untuk menutup Ramadhan dengan kebaikan, karena ampunan Allah dibuka lebar, dan istighfar merupakan bentuk pengakuan kekurangan diri di hadapan Allah. Asy-syaikh shaleh Al-Fauzan Ahfizahullah menyampaikan bahwa orang orang shaleh terdahulu (para salafus shalih- sahabat, tabiit dan tabiit tabiin) memperbanyak istighfar “memohon ampun” dan taubat kepada Allah, hal itu karena mereka takut amalan mereka tidak  satupun diterima oleh Allah. Hal ini sangat menyesakkan hati mereka dan sampai sampai mereka menangis.  

Penulis merangkumkan beberapa hal penting agar kita semua terus mengisi waktu akhir Ramadhan dengan ibadah-amal shaleh terbaik sesuai tuntunan dan memperbanyak membaca Istighfar, yaitu sebagai berikut:

Memperbanyak Istighfar akan menjadi kafaroh (penambal) atas kekurangan dalam puasa, seperti perkataan sia-sia atau hal yang haram, layaknya zakat fithri yang menyucikan yang dilakukan sebelum shalat Idul Fitri. 

Rasulullah Shallahu alaihi wasallam mengajarkan untuk beristighfar setelah melakukan ketaatan, seperti setelah salat, setelah wukuf di Arafah, hal ini menunjukkan bahwa akhir Ramadhan (setelah berpuasa) adalah waktu terbaik untuk memohon ampunan.

Selain mengucapkan keumuman kalimat Astaghfirullah (waatubu ilaih), di 10 hari terakhir Ramadhan disunnahkan membaca doa khusus yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni “  dengan arti “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku”. 

Disunahkan untuk memperbanyak doa/ Istighfar diatas pada 10 malam terakhir Ramadhan, terutama saat sahur dan sepertiga malam terakhir, terkhusus untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar. Tidak ada jumlah khusus tertentu, cukup perbanyak sebanyak banyaknya, dalam rangka memohon ampunan dan keberkahan lailatul Qodar dari Allah.

Istighfar dan Taubat adalah salah satu solusi permasalah hidup

Sebagai muslim yang beriman, kita mengetahui bahwa hidup kita di dunia pasti penuh ujian. Sebagaimana firman Allah: “(Allah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun.“  (QS. Al Mulk: 67). kita sebagai manusia akan diuji terus menerus dengan beragam cobaan dan masalah yang akan kita dapatkan. Kita akan diuji dengan harta benda, keluarga, penyakit, dan hal lainnya. Saat di uji biasanya kita lalai dan melakukan kesalahan atau perbuatan dosa, maka beristighfar dan bertobat adalah solusi yang diberikan oleh Allah. 

Seorang muslim yang beriman memahami bahwa kita hidup di dunia itu sementara dan pasti kita akan dikembalikan kepada Allah (mengalami kematian), lalu kita akan diminta pertanggungjawaban di akhirat atas semua perbuatan kita di dunia, baik dalam hal amal ibadah maupun dosa dosa kita. Bahkan dalam beramal ibadah, kita harus ikhlas dan ittiba (mengikuti tuntunan sunnah/ contoh Rosulullah shalallahu alaihi wasallam), agar ibadah kita diterima oleh Allah. Sebagian dari kita, terkadang ibadah atau beramal shaleh hanya ikut ikutan tradisi, tanpa mencari dalil yang shahih, dengan beristigfar dan mohon ampunan kepada Allah di bulan yang penuh berkah ini, kita berharap dosa dosa kita diampuni dan semua ibadah kita diterima Allah.  

Bertaubatlah karena Allah maha penerima taubat

Apabila seorang muslim melakukan dosa, Allah memberikan solusi bagi manusia untuk kembali bersih dan kembali ke jalan yang lurus dan tidak menumpuk dosanya, yaitu dengan cara bertaubat. Taubat itu diawali dengan mengucapkan istigfar dan berniat tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut, memohon ampunan kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan. Allah maha pengampun dan penerima taubat sebagaimana firman Allah dalam ayat ayat alquran, antara lain:

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 110).

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Asy-syuura: 25).

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah: 74).

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 104).

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8).

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beramal shaleh kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaaha: 82).

Terdapat banyak ayat dan hadist shahih yang menunjukan bahwa Allah maha pengampun dan penerima taubat, yang tidak disampaikan pada artikel ini, silahkan pembaca membaca kitab para ulama terdahulu terkait hal itu. Ada 3 hal yang harus dilakukan dalam rangka mendapatkan ampunan dari Allah, yaitu: mengucapkan Istighfar (memohon ampunan kepada Allah), Berdoa dengan penuh harap, dan merealisasikan tauhid, tidak berbuat syirik, bid’ah dan kemaksiatan. Ketika kita marah, sedih atau galau, perbanyaklah mengingat Allah (dzikir), mengucap kalimat istighfar. Selain untuk meminta ampunan dosa, Istighfar juga dapat menenangkan hati dan pikiran sebagai cara mengendalikan emosi dan merupakan bentuk keridhoan kita kepada setiap takdir Allah. 

Demikian artikel ini dibuat sebagai pengingat bagi diri penulis pribadi dan semua saudara muslim yang membaca artikel ini. Mari manfaatkan waktu sisa Ramadhan tahun ini sebagai sebaik baik kesempatan terakhir untuk meraih ampunan dan maghfirah Allah dengan memperbanyak beristighfar, baik disiang hari dan malai hari sembari berkegiatan persiapan berlebaran (traveling, belanja, masak dan lainnya). Semoga Allah mengampuni semua dosa dosa kita, menerima ibadah kita dan kita menjadi golongan yang bertakwa, sesuai dengan tujuan diwajibkannya ibadah puasa Ramadhan yaitu agar kita kembali menjadi orang yang bertakwa. Aamiin

Berita Terkait