Ciremainews – Anggota MPR RI KH. An’im Falachuddin Mahrus menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara di tengah berbagai tantangan global, termasuk ancaman perang psikologis atau psychological warfare (psywar) yang semakin berkembang di era digital.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Februari 2026 dan berlangsung di Aula SMP Lirboyo Papar Kediri, Kabupaten Kediri. Acara ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, tokoh pemuda, santri, serta para pendidik yang hadir untuk mendalami nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pemaparannya, KH. An’im Falachuddin Mahrus menekankan bahwa tantangan terhadap kedaulatan bangsa saat ini tidak selalu berbentuk ancaman militer secara langsung. Ia menjelaskan bahwa perang modern juga dapat terjadi melalui pengaruh opini, penyebaran informasi yang menyesatkan, serta provokasi yang bertujuan memecah belah persatuan masyarakat.
Menurutnya, psywar sering kali hadir melalui arus informasi di media sosial yang mampu memengaruhi pola pikir dan emosi masyarakat. Jika tidak disikapi dengan bijak, kondisi tersebut dapat memicu konflik sosial serta melemahkan solidaritas kebangsaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak kembali memahami pentingnya 4 Pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
KH. An’im Falachuddin Mahrus menjelaskan bahwa 4 Pilar bukan sekadar konsep kenegaraan, melainkan nilai yang harus dipahami dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami jati diri bangsa, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan ideologi yang kuat sehingga tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga kedaulatan negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara. Kekuatan bangsa Indonesia, menurutnya, terletak pada persatuan masyarakat yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi serta menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan kebangsaan di era digital. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat untuk terus menjaga persatuan serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

