Kam. Apr 30th, 2026

SPPG Cidahu Cieurih 3  Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Cidahu

CiremaiNews,Kuningan- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus berjalan hampir satu tahun sejak diluncurkan. Meski menuai beragam respons, mulai dari apresiasi hingga kritik terkait kualitas makanan, program ini tetap menjadi perhatian publik dan bahan evaluasi pemerintah.

Sejumlah kejadian di lapangan, seperti makanan tidak layak konsumsi hingga kasus keracunan yang sempat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program tersebut. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan perencanaan, pengawasan, serta sinergi antar pihak terkait.

Di tingkat penerima manfaat, khususnya di daerah, program MBG masih diterima dengan baik. Kehadiran makanan bergizi secara rutin dinilai membantu pemenuhan asupan gizi siswa sekaligus melatih kedisiplinan waktu. Namun, pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat pengolahan makanan dinilai krusial untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman, SPPG Cidahu Cieurih 3 menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi program MBG di SMPN 1 Cidahu pada Rabu (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 1.160 siswa dan berlangsung interaktif.

Ketua Tim Sosialisasi, Yayan Henri Danisukmara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai proses produksi makanan, standar operasional prosedur (SOP), serta pentingnya gizi seimbang.

“Selain menjelaskan alur produksi, kami juga memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan cara mengenali makanan yang tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Materi sosialisasi juga disampaikan oleh tim SPPG lainnya, yakni Esti Enjelina selaku Asisten Lapangan yang memaparkan proses produksi, Endang Permatasari sebagai ahli gizi, serta Futri Nuvia Fadjeri sebagai akuntan. Sementara itu, Kepala SPPG Deden Rusmana berhalangan hadir.

Dalam sesi diskusi, para siswa turut menyampaikan aspirasi terkait menu makanan. Namun, pihak SPPG menegaskan bahwa penyusunan menu harus tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang serta mempertimbangkan ketahanan makanan agar tidak cepat basi.

Selain itu, SPPG juga menyoroti masih tingginya sisa sayuran yang tidak dikonsumsi siswa, berdasarkan hasil pemantauan limbah makanan. Hal ini menjadi perhatian untuk mendorong kebiasaan konsumsi sayuran di kalangan pelajar.

Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, H. Nanang Suwandi, S.Pd., menilai sosialisasi ini penting untuk membuka wawasan siswa terkait pelaksanaan program MBG.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat agar siswa memahami proses dan standar yang diterapkan dalam program MBG,” katanya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII, Cantika Sri Aulia, menyampaikan apresiasi atas ketepatan waktu distribusi makanan. Ketua OSIS, Dede Agung, juga menanyakan mekanisme penyampaian kritik dan saran. 

Menanggapi hal itu, pihak SPPG mempersilakan siswa menyampaikan masukan melalui pihak sekolah maupun media sosial resmi SPPG dengan tetap menjaga etika.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi siswa dalam mendukung keberhasilan program MBG, serta menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk penyempurnaan program di masa mendatang.(Tatang Budiman)

Berita Terkait