Oleh : Riki Irfan ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)
CiremaiNews- Mayoritas masyarakat Indonesia, dalam kurun waktu sekarang mungkin merasakan bahwa kehidupan khususnya perekonomian, tengah mengalami perubahan dan seolah sedang tidak normal, pemerintah sedang berjuang agar perekonomian Indonesia kembali normal.
Dan sebagai manusia, masalah tidak datang hanya dari satu arah saja. Bermacam masalah tengah terjadi, sulitnya pekerjaan, pergeseran nilai pergaulan dan fungsi keluarga, hingga tekanan mental yang membuat banyak individu menjadi putus harapan dan jauh dari ketenangan.
Kebanyakan dari kita, sering menyalahkan keadaan luar atau bahkan menyalahkan orang lain, yang dianggap penyebab utamanya, kita sering lupa bahwa bisa jadi kita sendiri baik sebagai individu maupun masyarakat, ikut andil dalam kondisi yang berat ini.
Ada satu hal penting yang sering kita lupakan, yaitu introspeksi diri (muhasabah), yang bersifat gratis dan dapat segera kita lakukan. Pada Kesempatan ini, penulis akan merangkum mengenai muhasabah, agar penulis pribadi kembali melakukan introspeksi dan mencoba memperbaiki diri.
Definisi Introspeksi Diri
Introspeksi diri adalah proses melihat ke dalam diri sendiri dengan jujur, merenungkan pikiran, perasaan, dan perbuatan kita. Tujuannya bukan untuk menyalahkan diri, menyesali berlebihan akan kesalahan tetapi untuk memahami dan memperbaiki diri.
Dengan melakukan introspeksi, semoga kita dapat menyadari kesalahan, menghentikan kebiasaan buruk, mengatur/melawan emosi diri, mengenali kelebihan dan kekurangan, menentukan arah hidup yang lebih baik.
Introspeksi (Muhasabah) dalam Pandangan Islam
Dalam Islam, introspeksi dikenal dengan istilah muhasabah. Ini adalah amalan penting yang dianjurkan bahkan diperintahkan agar manusia senantias memperbaiki diri dan menjadi manusia yang lebih baik disetiap waktu.
Berikut ini beberapa dalil, ayat alquran dan hadist yang menekankan pentingnya Muhasabah sebagai solusi dari permasalahan dan menjadi manusia lebih baik. Allah Subhanahu wataala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18). Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu mengevaluasi diri sebelum terlambat.
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam juga mengingatkan, dengan sabdanya: “Setiap amal akan dibalas. Barangsiapa menemukan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah. Dan barangsiapa menemukan keburukan, janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim).
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu juga pernah berkata: “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dikoreksi (dihisab).” Muhasabah diri adalah ajaran Islam yang sering terlupakan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari hari.
Tips melakukan Introspeksi
Berikut cara yang dapat kita coba lakukan, antara lain:
1.Cari waktu untuk menyendiri jauh dari orang lain, fokus dan tenang dalam berpikir dan merenung.
2.Bertanyalah Jujur pada diri sendiri, apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Kesalahan di masa lalu tidak perlu disesali terus-menerus, cukup dijadikan pelajaran.
3.Terbukalah terhadap kritik orang lain, karena terkadan kita tidak bisa menyadari kesalahan sendiri dengan mudah, sedangkan orang lain dapat melihat kekurangan kita lebih jelas.
4.Minta ampun dan bertaubat kepada Allah.
Perbaiki diri sedikit demi sedikit dan beribadahlah dengan khusuk.
5.Membaca alquran (bagi muslim) dan bacaan positif, menulis jurnal atau rangkuman.
Dikala hidup terasa sulit, jangan lupa introspeksi
Ketika hidup sedang mengalami masalah berat, introspeksi diri, menanyakan pada diri sendiri (apa yang sedang terjadi pada diri saya?, apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki dan mencari solusi?, dan apakah yang dilakukan/tindakan/ sikap saya sudah benar?.
Introspeksi akan mengurangi atau bahkan menghilangkan mengeluh, tetapi fokus mulai mencari solusi dari dalam diri dan diharapkan tetap semangat melakukan hal positif untuk memperbaiki keadaan.
Dengan melakukan introspeksi, seseorang diharapkan bisa menyadari kebiasaan jelek yang kurang produktif, mengenali nilai-nilai dan tujuan hidupnya, memahami emosi dan reaksi diri terhadap berbagai situasi, mengetahui potensi diri untuk dikembangkan.
Introspeksi diri bukan sekadar merenung dan berfikir, tetapi harus ditindaklanjuti dengan berbenah diri. Langkah yang bisa dilakukan setelah introspeksi diantaranya: menghentikan kebiasaan buruk, memperbaiki kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah, menjaga sikap dan perilaku terhadap orang lain, dan berupaya mengembangkan kemampuan diri.
Perubahan tidak harus langsung drastis dan cepat, konsisten menjadi lebih baik dan bertahap akan lebih efektif membuat kebiasaan baru.
Seperti kita sedang alami bersama, kondisi kehidupan di Indonesia saat ini mungkin kita rasakan lebih berat dari sebelumnya dan terasa tidak sedang baik-baik saja. Namun di balik itu semua, sebagai orang yang beriman, kondisi ini juga kesempatan besar bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Penulis mengingatkan diri sendiri dan kita semua untuk mulai berhenti mengeluh (keluhan yang berlebihan), melakukan introspeksi – melihat ke dalam diri dan mulai memperbaiki kualitas diri kita semua agar bisa berkontribusi positif bagi keluarga, lingkungan sekitar dan bangsa.
Perubahan besar pada kualitas suatu kaum atau bangsa, sejatinya harus dimulai dari perubahan diri sendiri (perbaikan dari masing masing individu, baik masyarakat umum maupun pengatur kebijakan itu sendiri). Mari kita mulai rutinkan introspeksi diri, terus memperbaiki diri kita, dan tingkatkan keimanan ketakwaan kepada Allah.
Senantiasa berdoa selain ikhitar, berdoa agar Allah Tuhan yang maha kuasa, membantu kita semua, membantu bangsa Indonesia untuk sejahtera aman dan damai. InsyaAllah, semoga kehidupan yang lebih baik akan segera tiba. Aamiin. Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian. Wallahualam bishawab.







