Ciremainews – Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ke-4 kembali digelar pada Selasa, 17 Maret 2026, bertempat di Aula Al Muktamar Lirboyo, Kediri. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.15 WIB ini menjadi kelanjutan dari upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan bernegara yang semakin kompleks di era modern.
Hadir sebagai narasumber utama, KH An’im Falachuddin Mahrus, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema “Peran Alim Ulama Menjaga Umat di Era Bernegara Secara Modern” dengan penekanan pada pentingnya sinergi antara nilai keagamaan dan kehidupan berbangsa.
Dalam suasana yang khidmat dan penuh antusiasme, KH An’im menegaskan bahwa alim ulama memiliki posisi strategis sebagai penjaga moral, pembimbing umat, sekaligus penyejuk dalam kehidupan sosial. Di tengah arus globalisasi, digitalisasi, serta berbagai tantangan seperti disinformasi dan polarisasi, peran ulama menjadi semakin relevan dalam menjaga keseimbangan antara nilai spiritual dan tanggung jawab kebangsaan.
Ia menjelaskan bahwa ide kebangsaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai religius yang hidup di tengah masyarakat. Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya menjadi simbol, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ajaran agama, seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah. Dalam konteks ini, ulama berperan sebagai jembatan yang menghubungkan nilai keislaman dengan komitmen kebangsaan.
“Menjaga umat hari ini tidak cukup hanya dengan dakwah konvensional, tetapi juga dengan menghadirkan narasi kebangsaan yang menyejukkan, memperkuat persatuan, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa negara modern membutuhkan kontribusi semua elemen, termasuk ulama, untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga memperhatikan dimensi moral dan spiritual. Kehadiran ulama di ruang publik menjadi penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai kemaslahatan umat.
Sosialisasi ini juga diwarnai dengan dialog interaktif antara narasumber dan peserta, yang membahas berbagai isu aktual, mulai dari peran pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa hingga tantangan generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga umat dan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara ulama, masyarakat, dan negara menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, harmonis, dan berkeadaban di tengah era modern.

