Jum. Mar 27th, 2026

Baru Diresmikan Bupati Tugu Angklung Jadi Identitas Budaya di Kuningan

CiremaiNews,Kuningan– Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat identitas budaya daerah melalui peresmian Tugu Angklung yang berlokasi di Jalan Cipari–Cisantana, Kecamatan Cigugur, Rabu (18/3/2026).

Peresmian yang dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, tersebut menjadi langkah strategis dalam menegaskan posisi Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah yang memiliki kontribusi penting dalam perkembangan angklung diatonis hingga dikenal di tingkat internasional.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, para camat, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), pimpinan BUMD, serta unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa peresmian Tugu Angklung bukan sekadar pembangunan simbol fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang serta perjuangan para tokoh budaya dalam mengembangkan angklung sebagai warisan budaya bangsa.

“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Tugu Angklung ini menjadi penegasan bahwa daerah kita memiliki peran penting sebagai tanah lahirnya angklung diatonis yang telah mendunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, angklung kini tidak lagi sekadar alat musik tradisional, tetapi telah berkembang menjadi media komunikasi budaya yang bersifat universal dan mampu menjangkau berbagai kalangan lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti peran tokoh budaya asal Kuningan, yakni Kuwu Citangtu yang dikenal sebagai Pak Kucit bersama muridnya Daeng Sutigna. Keduanya dinilai berjasa dalam mengembangkan angklung dari tangga nada pentatonis menjadi diatonis, yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan angklung hingga dikenal luas di dunia internasional.

“Kalimat ‘Dari Kuningan Menyapa Dunia’ yang akan terukir pada prasasti bukan sekadar slogan, melainkan refleksi kontribusi nyata daerah ini dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat global,” tegasnya.

Selain nilai seni dan budaya, Bupati Dian juga menyinggung nilai historis angklung yang turut mewarnai perjalanan bangsa, termasuk dalam momentum penting seperti Perundingan Linggarjati, sebagai bagian dari penguatan identitas nasional di tengah dinamika diplomasi.

Lebih lanjut, peresmian Tugu Angklung juga menjadi simbol penguatan nilai toleransi di wilayah Cigugur, yang dikenal sebagai kawasan dengan keberagaman budaya dan keharmonisan sosial yang terjaga.

Acara berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penampilan seni budaya dari DNR dan Diwangkara yang menambah semarak suasana.

Melalui peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Tugu Angklung dapat menjadi ikon baru daerah sekaligus sarana edukasi dan destinasi budaya yang mampu menarik minat masyarakat luas, serta memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya lokal.

Ke depan, keberadaan Tugu Angklung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi penggerak dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya, khususnya angklung, agar tetap lestari dan berkembang di tengah arus globalisasi.(Tatang Budiman)

Berita Terkait