CiremaiNews.com, Kuningan – Suara gemuruh membangunkan warga Dusun Seklok, Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Selasa dini hari, 8 Juli 2025. Sekitar pukul 04.00 WIB, tebing kebun milik seorang warga bernama Kandar longsor dan menimbun jalan penghubung antara Desa Cipakem dan Padamulya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, longsoran tanah dengan panjang 20 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 8 meter itu menutup akses jalan sepanjang 4 meter. Jalan sempat lumpuh total, tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Hujan turun sejak Senin malam pukul 22.00 WIB hingga Selasa pagi pukul 05.00 WIB dengan intensitas ringan hingga lebat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, yang akrab disapa Ibe. Menurutnya, hujan deras memicu pergeseran tanah pada tebing yang sudah labil.
Warga tak tinggal diam. Bersama aparat desa, mereka segera bergotong royong membersihkan material longsoran. Pembersihan rampung sekitar pukul 12.00 WIB, dan akses jalan pun kembali terbuka.
“Warga dan aparat juga sudah membuat saluran air untuk menghindari longsor susulan,” ujar Ibe. Tim dari BPBD, TNI, dan Polri turun ke lokasi untuk asesmen. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk penanganan lebih lanjut.
Meski situasi sudah terkendali, Ibe mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama tebing di lokasi itu longsor. “Sudah empat kali terjadi longsor di titik yang sama. Tapi belum ada penanganan permanen dari dinas teknis,” ucapnya.
Untuk saat ini, kebutuhan mendesak di lapangan adalah pemasangan bronjong sebagai penguat tebing agar kejadian serupa tak terulang.***

