CiremaiNews.com, Kuningan – Anggota DPRD Jabar, Hj Ika Rahmatika menanggapi kabar dirinya soal tudingan melakukan pengumpulan camat dan pejabat eselon II di salah satu rumah makan besar di wilayah Utara untuk mendukung calon Bupati Kuningan.
“Pertemuan itu tidak menyosialisasikan salah satu calon. Tapi kami berkumpul berkaitan dengan saya sebagai anggota DPRD Provinsi,” kata Ika yang merupakan Legislator PDI Perjuangan, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Sabtu (14/9/2024).
Dikatakan Hj. Ika, pertemuan tersebut adalah bukanlah bentuk kampanye terselubung karena kesamaan partai dengan calon tertentu.
“Itu bukanlah konsolidasi partai, tetapi pertemuan silaturahmi terhadap 32 camat se-Kabupaten Kuningan,” tandasnya.
Istri dari mantan Bupati Kuningan, alm. Acep Purnama ini, berharap di tengah situasi politik yang memanas di Kabupaten Kuningan tidak memicu saling serang. Menurutnya, pilkada harus dilaksanakan dengan suasana demokratis dan penuh kegembiraan.
“Ya seharusnya tanya ke wartawan yang hadir juga, apakah saya melakukan kampanye dengan cara mengajak atau menyeru para ASN itu untuk memilih salah satu calon? Tidak! Saya ingin ada sinergi dengan mereka karena ada kaitan dengan program saya ke depan tentang UMKM. Bagaimana pun Kuningan harus mendapatkan prioritas,” tegasnya.
Di lain kesempatan, HM. Ridho Suganda, ketika dikonfirmasi, juga mengungkapkan bahwa demokrasi harus dibiarkan berkembang di Kuningan tanpa perlu diartikan secara sempit. “Ya setiap pertemuan jangan selalu dikaitan dengan kampanye apalagi di depan para ASN,” ucapnya.
Ridho menambahkan, masyarakat dan tim pemenangan masing-masing pasangan calon seharusnya tidak menghalangi atau mengganggu masyarakat dalam menentukan pilihan mereka. “Biarkan mereka bebas menentukan pilihannya. Jangan ditakut-takuti. Sebab itu kurang baik dalam demokrasi,” bakal calon Bupati Kuningan dari koalisi PDI Perjuangan, PPP, dan Demokrat.
Menurut Ridho, penting bagi masyarakat untuk tidak merasa terintimidasi atau takut dalam memilih. “Kita harus menjaga dan merawat marwah demokrasi itu sendiri, sehingga Pilkada di Kuningan ini bisa berjalan dengan riang gembira, bukan dengan ketakutan,” tegasnya.***






