Jum. Mar 6th, 2026

Mari Senantiasa Bersyukur dan Melatih Kesabaran

Riki Irfan ST MSi (Dosen Universitas Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Dalam kehidupan keseharian kita, tentunya kita mengalami berbagai dinamika hidup, susah ataupun senang, sedih ataupun gembira, tidak monoton dan tidak ada yang abadi. Ujian dan cobaan hidup pasti terjadi dalam keseharian kita semua. Sebagian manusia diberikan kelebihan dan kelimpahan harta. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami kesulitan hidup dalam hal harta dan berbagai jenis permasalahan hidup baik yang bersifat fisik maupun psikologis. 

Ujian hidup yang menimpa pada dasarnya tidak sebanding dengan jumlah kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Muslim wajib mengetahui dan menyadari bahwa nikmat dari Allah itu sangat amat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, dan manusia tidak akan sanggup menghitung, sehingga tidaklah pantas manusia mengeluh. Apabila kita mengalami musibah, maka kita harus bersabar. Bagi muslim yang beriman, terdapat kabar gembira dari Rosululloh shalallahu alaihi wasallam: “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim). 

Keimanan seorang muslim dibuktikan dengan mengimani semua rukun iman dan beribadah sesuai perintah Allah. Makin tinggi tingkat keimanan seseorang, makin tinggi tingkat penghambaan pada Allah, maka makin penuh sabar dan rasa kecukupan dalam hatinya. Orang beriman dapat terlihat dalam sikapnya menghadapi hal baik dan hal buruk. Sebagaimana dalam sebuah hadist: Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi). Dalam artikel ini, penulis merangkum dari berbagai sumber agar kita memahami makna Syukur dan Sabar.

Syukur

Syukur Adalah sikap berterima kasih kepada Allah Subhanahu Wataala dengan cara mempergunakan nikmat sebagaimana diperintahkan Allah. Kata syukur berasal dari “syakara” yang artinya “membuka”, yakni membuka jalan bagi datangnya nikmat yang lebih besar.  Berikut ini sebagian ayat alquran terkait perintah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS. An Nisaa: 147)

Bersyukur atas nikmat dari Allah memiliki tiga rukun: 

mengakui dalam hati bahwa nikmat tersebut dari Allah 

mengucapkannya dengan lisan berupa ucapan alhamdulillah segala ucapan dzikir yang mengagungkan kebesaran Allah 

menggunakan kenikmatan tersebut untuk segala hal kebaikan dalam rangka menggapai ridha Allah

Berikut ini adalah beberapa acuan agar kita senantiasa bersyukur:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7).

“Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur “(Qs. Ali Imran:145) 

“.. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur (QS. Al-Isra: 3).

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” (QS. Al Baqarah: 152)

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (QS. Al Baqarah: 172).

“..  Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” (QS. Az-Zumar: 7).

“Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS. An-Nisa: 147).

“Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran” (QS. Al Imran: 145).

Sabar

Sabar secara bahasa berarti “menahan” dan “mencegah”.  Dalam Islam, sabar adalah menahan diri dari gundah dan emosi, menahan lisan dari keluh kesah, menahan anggota tubuh dari perbuatan buruk, serta bertahan dalam kondisi apa pun seraya berserah diri kepada Allah Subhanahu wataala. 3 macam kesabaran yang perlu kita lakukan bersamaan, yaitu: sabar dalam melaksanakan taat kepada Allah, sabar dalam menjauhi kemaksiatan dan sabar dalam menerima takdir Allah. Sabar itu sendiri meliputi tiga rukun yaitu: 

Menahan hati dari perasaan marah, kesal, dan dongkol terhadap ketentuan Allah

Menahan lisan dari berkeluh kesah dan menggerutu akan takdir Allah 

Menahan anggota badan dari bermaksiat dan perbuatan lain yang menunjukkan sikap ‘tidak terima’ terhadap keputusan Allah.

Berikut ini sebagian ayat alquran terkait perintah bersabar:

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,  sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ” (Al-Baqarah: 153).

“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Anfal:46)

“Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah dalam memerintahkannya.” (QS. Thaha: 132)

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu.” (QS. Al-Insan: 24)

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar (adzab) disegerakan untuk mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 35)

“..Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali.)” (QS. Al Baqoroh: 155-156)

Keutamaan sabar bagi seorang muslim:

Pahala tak terbatas bagi orang yang sabar: “sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya” (QS. Az Zumar: 10). 

Balasan Surga bagi orang yang sabar: “sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang” (QS. Al Mu’minun: 111).

Allah Subhanahu wataala mencintai orang sabar dan akan memberikan pertolongan-NYa: “dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar”.( QS. Ali Imran: 146) “mintalah pertolongan dengan sabar dan mengerjakan salat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153). 

Orang-orang yang sabar adalah mulia: “..dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”(Q S. As-Sajdah: 24)

Demikian, mudah-mudahan rangkuman ini bermanfaat bagi saudara muslim yang membaca. Sifat sabar dan syukur adalah sikap dasar kehidupan seorang muslim yang membuatnya selalu bahagia, ceria, dan optimistis. Ketika mendapati kesenangan, rasa syukur akan menjadikan kita selalu ingat pada Allah. Disisi lain, ketika ditimpa kesulitan, kesabaran akan menahannya sehingga manusia tidak akan terjatuh pada keputus-asaan. Semoga kita dapat melatih kesyukuran kita dan kesabaran kita di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dan dapat kita terus lanjutkan di bulan bulan selanjutnya. Aamiin.

Berita Terkait