Jum. Apr 3rd, 2026

Ramadhan,Layanan Air Bersih PAM Tirta Kamuning Mengalir Tanpa Biaya

CiremaiNews.com , Kuningan — Menjelang waktu berbuka, keran air di sebuah mushola kecil di sudut Kota Kuningan tetap mengalir lancar. Para jamaah berwudu bergantian, menyiapkan diri untuk salat Magrib. Di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan bagian penting dari kekhusyukan ibadah.

Memahami hal itu, PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan mengambil langkah yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selama Ramadhan, perusahaan daerah air minum tersebut membebaskan tagihan air bagi masjid dan mushola yang menjadi pelanggannya. Sebanyak 696 tempat ibadah tercatat menerima kebijakan ini.

Staf Humas PAM Tirta Kamuning, Gery Aditya Pratama, menyebut kebijakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa Ramadhan membawa peningkatan aktivitas ibadah, sekaligus kebutuhan air yang lebih besar.
“Kami ingin umat Islam dapat beribadah dengan tenang, tanpa dibebani persoalan dasar seperti ketersediaan air,” ujarnya.

Bagi para pengurus mushola, kebijakan ini memberi ruang bernapas. Anggaran yang biasanya dialokasikan untuk membayar air kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, mulai dari takjil jamaah hingga kegiatan sosial Ramadhan. Air yang mengalir menjadi saksi aktivitas ibadah yang kian padat, dari sahur hingga tarawih.

Tak berhenti pada pembebasan tagihan, PAM Tirta Kamuning juga berupaya memastikan distribusi air tetap stabil. Menyadari potensi lonjakan kebutuhan, perusahaan ini menambah jalur pipa distribusi HDPE sepanjang sekitar 600 meter dari kawasan Booster Pump Jalan Baru hingga Bank BJB Kuningan. Upaya ini dilakukan agar warga, khususnya di wilayah pelayanan Cabang Kuningan, tetap mendapat pasokan air secara optimal selama bulan puasa.

“Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga pelayanan,” kata Gery. Menurutnya, menjaga aliran air tetap lancar berarti menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

PAM Tirta Kamuning juga membuka ruang komunikasi bagi pelanggan yang mengalami gangguan layanan. Melalui call center, WhatsApp, dan media sosial resmi, laporan masyarakat diharapkan bisa segera ditangani.

Di bulan ketika solidaritas dan kepedulian diuji, kebijakan sederhana seperti membebaskan tagihan air menjadi bentuk kehadiran negara di level paling dekat dengan warganya. Air yang mengalir tanpa biaya itu bukan sekadar fasilitas, melainkan dukungan nyata agar ibadah Ramadhan berjalan lebih khusyuk dan bermakna.

Berita Terkait