Rab. Feb 11th, 2026

Serah Terima Jabatan Pj Bupati ke Bupati Kuningan Baru, Ini Tantangan dan Solusinya

CiremaiNews.com, Kuningan – Penjabat (Pj) Bupati Kuningan, Dr. Agus Toyib, S.Sos, M.Si., secara resmi menyerahkan tugas kepemimpinan kepada Bupati terpilih, Dr. Dian Rachmat Yanuar, untuk periode 2025-2030. Serah terima jabatan ini ditandai dengan penyerahan dan penandatanganan memori jabatan, yang disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Kuningan dalam Rapat Paripurna DPRD Kuningan di Gedung Dewan pada Senin (3/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Agus Toyib menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang kini resmi memimpin Kuningan. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Kuningan, menjadikannya lebih maju dan berkembang pesat.

“Semoga masyarakat Kabupaten Kuningan bisa lebih sejahtera serta menatap masa depan yang lebih baik,” ungkap Agus, yang telah mengemban tugas sebagai Pj Bupati selama empat bulan terakhir.

Dalam pidatonya, Bupati Dian, didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani, mengungkapkan rasa syukur serta kehormatan atas amanah yang diberikan oleh masyarakat Kuningan. Ia berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan bekerja keras guna mewujudkan Kuningan yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Sebagai bentuk penghargaan, Bupati Dian juga menyampaikan apresiasi kepada Pj Bupati Agus Toyib atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mengelola pemerintahan Kuningan selama masa transisi kepemimpinan. Perjuangan yang telah dilakukan akan menjadi pijakan bagi pemerintahan baru untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.

Dalam masa kepemimpinannya, Bupati Dian mengusung visi Kuningan Melesat, dengan fokus pada pembangunan yang merata, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perbaikan kualitas layanan publik. Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan besar masih dihadapi Kabupaten Kuningan, yang harus segera ditangani secara strategis.

Beberapa tantangan utama yang menjadi prioritas pembangunan meliputi:

  1. Kemiskinan, yang masih berada di angka 11,88% atau sekitar 131 ribu jiwa.
  2. Pengangguran, sebesar 7,78% atau sekitar 44 ribu jiwa.
  3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang saat ini berada di peringkat ke-19 di Jawa Barat, dengan target masuk 10 besar.
  4. Stunting, yang masih cukup tinggi, yaitu 7,87% berdasarkan E-PPGBM dan 23,4% berdasarkan SKI.
  5. Pendidikan, dengan rata-rata lama sekolah (RLS) baru mencapai 7,9 tahun, masih jauh dari target wajib belajar 12 tahun.
  6. Pertanian, yang mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 1,6% setiap tahun, berpotensi meningkatkan kemiskinan petani.
  7. Pengelolaan Sampah, yang menjadi tantangan mendesak karena kapasitas TPA yang semakin menipis.
  8. Keuangan Daera, dengan kapasitas fiskal yang masih terbatas di angka 10,91%.

Untuk menghadapi tantangan ini, Bupati Dian telah menyusun berbagai langkah strategis guna memastikan pembangunan berjalan dengan efektif. Beberapa kebijakan utama yang akan diterapkan antara lain:

  • Efisiensi APBD 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No. 1/2025, agar kondisi keuangan daerah lebih sehat pada 2026.
  • Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui pemanfaatan aset idle, kerja sama pengelolaan aset pemda, dan peluang carbon trading.
  • Fokus pada Pertanian, mengingat 50% penduduk miskin di Kuningan adalah petani. Program yang akan dilaksanakan mencakup subsidi pupuk, pemberian benih gratis, serta perbaikan jaringan irigasi.
  • Penciptaan Lapangan Kerja, dengan membuka bursa kerja, kemudahan investasi, serta percepatan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
  • Reformasi Birokrasi, guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan dalam menjalankan program pembangunan.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, pemerintah telah mencanangkan Program 100 Hari Kerja, yang mencakup:

  1. Perbaikan Infrastruktur Jalan, terutama di jalur strategis desa-kota dan sentra ekonomi.
  2. Penyehatan APBD, dengan strategi reformasi keuangan daerah.
  3. Dukungan bagi Pertanian, termasuk distribusi benih unggul dan penebaran bibit ikan.
  4. Pelayanan Publik Cepat, seperti pembuatan KTP, KK, dan akta kelahiran dalam 1 jam di kecamatan tertentu.
  5. Bursa Kerja, untuk mengurangi angka pengangguran melalui kemitraan dengan perusahaan dan dunia usaha.
  6. Peningkatan Layanan Kesehatan, dengan digitalisasi sistem dan aktivasi kepesertaan BPJS bagi masyarakat kurang mampu.
  7. Pengelolaan Sampah, dengan upaya penanganan awal menuju solusi jangka panjang.
  8. Pemberdayaan UMKM, melalui program e-katalog yang melibatkan pedagang kaki lima dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
  9. Pengembangan Pariwisata, dengan pendampingan akademisi untuk lima desa wisata rintisan.
  10. Dukungan Keagamaan, berupa insentif bagi guru ngaji serta penguatan program keagamaan di masyarakat.
  11. Keamanan Digital, guna melindungi sistem informasi pemerintahan dari ancaman siber dan iklan judi online.

Di akhir pidatonya, Bupati Dian menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Kuningan tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Keberhasilan ini tidak bisa dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Mari kita bersatu padu mewujudkan Kuningan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.

Dengan visi dan strategi yang telah disusun, diharapkan kepemimpinan Dr. Dian Rachmat Yanuar dan Hj. Tuti Andriani dapat membawa Kabupaten Kuningan menuju era baru yang lebih progresif, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Berita Terkait