Ming. Apr 5th, 2026

Tour de Linggajati Digelar, Pedagang Kecil Menjerit

CiremaiNews.com, Kuningan – Perhelatan Tour de Linggajati tahun ini menuai keluhan dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kuningan. Mereka merasa event olahraga internasional ini tidak memberikan dampak ekonomi yang berarti, bahkan justru merugikan karena peniadaan Car Free Day (CFD).

Salah satu pedagang jajanan kuliner di kawasan Siliwangi, Heru, mengungkapkan bahwa omzetnya tidak mengalami peningkatan signifikan selama acara berlangsung. Menurutnya, keramaian yang terjadi hanya bersifat sesaat dan tidak memicu perputaran uang.

“Bagi kami, acara ini dari tahun ke tahun hampir tidak terasa. Lebih ramai saat ada karnaval budaya, omzet kami bisa naik sampai dua kali lipat,” keluhnya.

Heru menambahkan, kebijakan meliburkan CFD semakin memukul para pedagang kecil. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih serius dalam melibatkan UMKM dan mempromosikan produk lokal.

“Seharusnya Tour de Linggajati bisa jadi peluang besar, tapi kesannya hanya formalitas. Kami sebagai UMKM tidak dilibatkan,” tegasnya.

Senada dengan Heru, Gugun, pemilik restoran di kawasan wisata Cisantana, juga merasakan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa wisatawan hanya datang untuk menonton balapan dan langsung pulang, tanpa berbelanja di tempat usaha kuliner atau wisata.

“Tidak ada strategi promosi atau paket wisata yang terintegrasi. Kami tidak merasakan lonjakan pengunjung,” ujarnya.
DPRD Kritik Keputusan Pemerintah Daerah
Anggota DPRD Kuningan, Susanto, turut menyoroti kebijakan pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat.

Legislator PKB Kuningan ini menyayangkan keputusan untuk meniadakan karnaval budaya dalam rangka Hari Jadi Kuningan, padahal acara tersebut terbukti efektif mendongkrak ekonomi lokal.
“Ironis sekali, karnaval budaya yang jelas prorakyat dihapus, sementara event yang minim efek ekonomi malah dipaksakan,” tegas Susanto.

Menurutnya, setiap karnaval budaya mampu menyedot 50.000 hingga 70.000 penonton, dengan potensi peningkatan omzet pedagang kecil hingga 40–60% dalam sehari.
Berbeda dengan karnaval budaya, Tour de Linggajati hanya memberikan dampak ekonomi sesaat di area start dan finish, tanpa perputaran ekonomi yang merata bagi UMKM.

Pihaknya berharap event ini tidak hanya menjadi ajang gengsi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Kuningan.

Berita Terkait