Sab. Jan 17th, 2026

2,6 Juta Tiket Kereta Api Terjual, Sudjatmiko Soroti Penguatan Infrastruktur Stasiun Bekasi

Ciremainews – Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, mengapresiasi capaian penjualan 2,6 juta tiket Kereta Api Jarak Jauh selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dari total tersebut, sekitar 7.000 penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Bekasi, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

Sudjatmiko menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan perkeretaapian nasional. Namun, peningkatan jumlah penumpang juga harus diiringi dengan penguatan kualitas pelayanan, keselamatan, dan infrastruktur pendukung, khususnya di stasiun-stasiun dengan volume penumpang tinggi.

Apresiasi tersebut disampaikan Sudjatmiko saat melakukan pertemuan dengan Kepala Stasiun Bekasi, Wiseno, bertepatan dengan perjalanannya menggunakan kereta api dari Stasiun Bekasi menuju Malang. 

“Sejumlah kota masih menjadi tujuan favorit masyarakat selama libur Nataru, antara lain Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Jakarta,” ujar Sudjatmiko di Stasiun Bekasi, Kamis (25/12/2025).

Menurutnya, pengembangan Stasiun Bekasi menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam penyediaan fasilitas parkir bertingkat untuk menunjang mobilitas masyarakat seiring pertumbuhan kawasan perkotaan di Kota Bekasi.

“Saya mendorong pengembangan Stasiun Bekasi sebagai stasiun terpadu melalui sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Kota Bekasi, termasuk integrasi angkutan dalam kota dengan layanan kereta api sebagai bagian dari sistem transportasi publik terintegrasi dan berkelanjutan,” terangnya

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Sudjatmiko menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mengawal kinerja pemerintah dan BUMN agar peningkatan jumlah penumpang diikuti dengan pemenuhan standar pelayanan minimum dan keselamatan.

“Kami akan kawal peningkatan dalam kemajuan Perkeretaapian,” tuturnya.

Terkait fungsi legislasi dan anggaran, DPR RI berkomitmen mendorong penguatan regulasi sektor perkeretaapian, integrasi antarmoda, serta memastikan alokasi anggaran transportasi tepat sasaran untuk mendukung pengembangan infrastruktur strategis, termasuk stasiun terpadu dan kawasan berbasis transit (TOD).

Berita Terkait