CiremaiNews.com, Cirebon,- Sebanyak 623 pelajar dari 249 sekolah tingkat TK hingga SMA se-Kabupaten Cirebon ambil bagian dalam Kejuaraan Renang Invitasi Pelajar ke-6 Tahun 2026 yang digelar Akuatik Kabupaten Cirebon. Ajang tahunan ini menjadi bukti meningkatnya antusiasme olahraga renang di kalangan pelajar sekaligus wadah penjaringan atlet berprestasi sejak usia dini.
Ketua Akuatik Kabupaten Cirebon, Yudi Kurniawan, mengatakan kejuaraan tahunan ini menjadi agenda yang paling ditunggu pelajar karena bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang penjaringan atlet berprestasi sejak usia dini.
“Alhamdulillah, kejuaraan tahun ini berjalan dengan baik. Pesertanya 623 pelajar dari TK sampai SMA se-Kabupaten Cirebon. Ini menunjukkan minat renang di kalangan pelajar terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Yudi.
Yudi menjelaskan, kejuaraan ini difokuskan khusus bagi pelajar Kabupaten Cirebon. Seluruh hasil pertandingan akan dimasukkan ke dalam database atlet Akuatik Kabupaten Cirebon yang nantinya menjadi rujukan untuk kebutuhan event lanjutan seperti POPDA, Kejurnas, hingga kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
“Dari sini kami bisa langsung melihat potensi atlet. Ketika dibutuhkan untuk kejuaraan tingkat lebih tinggi, data sudah siap. Ini bagian dari sistem pembinaan jangka panjang,” jelasnya.
Kejuaraan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (6-7/2/2026), dengan konsep berbeda.
Hari pertama dikemas lebih santai dan bersifat fun competition untuk menarik minat masyarakat agar mencintai olahraga renang. Sementara hari kedua menjadi kejuaraan murni antar pelajar, yang hasilnya dijadikan dasar penjaringan atlet berprestasi.
“Yang penting masyarakat suka berenang dulu. Prestasi akan mengikuti,” kata Yudi.
Kejuaraan Renang Invitasi Pelajar ini digelar secara bergilir di wilayah Cirebon Barat, Tengah, dan Timur. Tujuannya agar masyarakat semakin mengenal jenjang prestasi olahraga renang, dari tingkat daerah hingga nasional bahkan internasional.
Dalam pelaksanaannya, Akuatik Kabupaten Cirebon juga didukung wasit-wasit berlisensi, termasuk wasit yang pernah bertugas di ajang SEA Games. Selain itu, kejuaraan ini turut disupervisi oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan trofi dan uang pembinaan kepada sekolah-sekolah dengan perolehan medali terbanyak. Klasemen disusun terpisah untuk jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
“Sekolah-sekolah sangat antusias karena hasil kejuaraan ini juga menjadi kebanggaan institusi,” tambah Yudi.
Di balik kesuksesan acara, Yudi menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Daerah terkait peningkatan fasilitas olahraga, khususnya kolam renang standar nasional.Menurutnya saat ini, Kabupaten Cirebon belum memiliki kolam berukuran 50 x 25 meter, yang menjadi standar nasional dan internasional.
“Kami punya 12 klub renang dan banyak pelatih berkualitas. Tapi fasilitas sangat menentukan kualitas latihan atlet. Kami berharap ke depan Kabupaten Cirebon memiliki kolam renang standar nasional,” ungkapnya.
Kejuaraan Renang Invitasi Pelajar ini diharapkan menjadi bukti bahwa Cirebon serius membangun prestasi olahraga dari akar rumput, sekaligus memasyarakatkan renang sebagai gaya hidup sehat.
Apresiasi juga datang dari Wakil Bupati Cirebon sekaligus Ketua KONI, Agus Kurniawan Budiman (Jigus). Ia menilai kejuaraan ini mampu membangkitkan semangat atlet pelajar dan menjadi fondasi kuat pembinaan olahraga renang daerah.
Menurutnya, ajang seperti ini penting untuk menumbuhkan mental juara sejak usia dini, sekaligus mencetak bibit unggul yang siap membawa nama Kabupaten Cirebon ke level nasional hingga internasional.
“Saya berharap Cabor Akuatik terus menarik minat masyarakat agar mencintai olahraga renang. Dari sini akan lahir atlet-atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Cirebon di kancah nasional bahkan mancanegara,” pesan Jigus.
Kejuaraan Renang Invitasi Pelajar ke-6 Tahun 2026 menjadi bukti bahwa Cirebon serius membangun prestasi olahraga dari akar rumput, sekaligus menjadikan renang sebagai gaya hidup sehat masyarakat.

