Sab. Apr 18th, 2026

Serangan Anjing Liar Serang 44 Domba di Cilebak, Diskanak Terjunkan Tim Khusus

CiremaiNews,Kuningan – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan bergerak cepat menyikapi maraknya serangan anjing liar yang meresahkan para peternak di Kecamatan Cilebak. Berdasarkan data terbaru per Kamis (15/1/2026), sebanyak 44 ekor domba milik warga di dua desa dilaporkan menjadi korban serangan tersebut.

Serangan yang terjadi sejak Jumat (9/1/2026) hingga Kamis (15/1/2026) itu menimbulkan kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai Rp 90 juta. Puluhan domba ditemukan mati akibat luka gigitan, sementara sebagian lainnya mengalami luka berat.

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, DR. A. Taufik Rohman, melalui Kepala Bidang Peternakan drh. Rofiq, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim khusus melalui program GAS ELPIJI (Gerakan Anjang Sono Edukasi Lapangan Perikanan Peternakan Jaring Informasi) untuk melakukan penanganan di lapangan.

“Kami hari ini sudah melakukan monitoring langsung ke Desa Cilebak dan Desa Bungurberes. Tim medis dari UPTD Puskeswan Subang juga langsung memberikan pengobatan intensif terhadap 10 ekor domba yang masih hidup namun mengalami luka akibat gigitan,” ujar Rofiq, Kamis (15/1/2026).

Rofiq menjelaskan, di Desa Cilebak tercatat lima peternak terdampak dengan total 11 ekor domba mati. Kondisi lebih parah terjadi di Desa Bungurberes, di mana enam peternak kehilangan 23 ekor domba yang mati, sementara 10 ekor lainnya masih menjalani perawatan medis.

“Total ada 44 ekor yang diserang. Mayoritas mati di tempat atau terpaksa disembelih karena luka yang sangat parah. Seluruh bangkai ternak telah dikuburkan sesuai prosedur sanitasi untuk mencegah penyebaran penyakit,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Diskanak bersama unsur Muspika yang meliputi camat, kapolsek, dan danramil, serta pemerintah desa setempat, telah menyepakati sejumlah langkah taktis. Selain pengobatan ternak yang selamat, masyarakat juga dimobilisasi untuk melakukan perburuan terhadap anjing liar yang diduga menjadi penyebab serangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengamanan kandang, terutama pada malam hari. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan para peternak dapat kembali beraktivitas dengan aman,” pungkas Rofiq.(Tatang Budiman)

Berita Terkait