Ming. Mei 31st, 2026

Lindungi Produksi Petani Diskatan Kuningan Gelar Gerdal OPT Serentak

CiremaiNews,Kuningan– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan bergerak cepat menindaklanjuti aduan petani terkait serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman padi. Melalui Gerakan Pengendalian OPT (Gerdal OPT), Diskatan melaksanakan pengendalian secara serentak di enam titik lokasi pada Jumat (23/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya nyata menjaga stabilitas produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, menyusul munculnya gangguan OPT di sejumlah kecamatan pada fase pertumbuhan kritis tanaman.

Salah satu titik utama Gerdal OPT dipimpin langsung Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yakni pengendalian penyakit Bacterial Leaf Blight (BLB) pada tanaman padi seluas 15 hektare di Poktan Mawar Angga Putra, Blok Sawah Dangdeur, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu.

Di lokasi tersebut, Dr. Wahyu turun langsung ke areal persawahan dan berdialog dengan para petani. Selain memimpin teknis pengendalian, ia juga memberikan edukasi lapangan terkait penyakit BLB atau hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae.

“BLB merupakan penyakit yang cukup berbahaya karena dapat berkembang cepat, terutama pada kondisi kelembapan tinggi dan pemupukan nitrogen berlebihan. Gejalanya ditandai daun menguning dari ujung hingga mengering dan dapat menurunkan hasil panen jika tidak ditangani sejak dini,” ujar Dr. Wahyu.

Ia menegaskan bahwa pengendalian BLB tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan pengendalian terpadu. Langkah tersebut meliputi penggunaan varietas toleran, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, perbaikan drainase dan sanitasi lahan, serta aplikasi agens pengendali sesuai rekomendasi teknis.

“Prinsipnya, kita bergerak cepat, tepat, dan bersama-sama. Pemerintah hadir untuk mendampingi petani agar tidak panik, namun mampu melakukan penanganan yang benar sehingga potensi kehilangan hasil dapat ditekan,” tegasnya.

Selain di Kecamatan Cidahu, Diskatan Kabupaten Kuningan juga melaksanakan Gerdal OPT secara bersamaan di lima lokasi lainnya dengan sasaran OPT tikus, wereng batang cokelat, serta BLB/Kresek. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh UPTD Brigade Proteksi sebagai unit teknis pengendalian OPT di lapangan.

Adapun rincian lokasi Gerdal OPT meliputi pengendalian OPT tikus seluas 10 hektare di Poktan Mekar Asih I, Desa Partawangunan, Kecamatan Kalimanggis; OPT tikus seluas 16 hektare di Poktan Marga Tani, Desa Cikubangmulya, Kecamatan Ciawigebang; OPT wereng batang cokelat seluas 5 hektare di Poktan Pon I, Desa Caracas, Kecamatan Cilimus; OPT tikus seluas 15 hektare di Poktan Giri Karya, Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin; serta OPT BLB/Kresek seluas 15 hektare di Poktan Gumelar, Desa Luragungtonggoh, Kecamatan Luragung.

Seluruh kegiatan di lima titik tersebut dilaksanakan sejak pukul 07.30 WIB dengan pendampingan langsung Kepala UPTD Brigade Proteksi, kepala UPTD wilayah, petugas POPT, serta jajaran petugas lapangan.

Dr. Wahyu menambahkan, Diskatan Kabupaten Kuningan akan terus memperkuat pemantauan intensif dan respons cepat berbasis laporan petani sebagai bagian dari strategi perlindungan tanaman.

Melalui Gerdal OPT serentak ini, Diskatan Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lapangan, membangun sinergi, dan melindungi kepentingan petani demi terwujudnya pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kami mengajak petani untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh dan petugas teknis. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti agar serangan OPT tidak meluas dan produksi padi tetap terjaga,” pungkasnya.(Tatang Budiman)

Berita Terkait