Sab. Apr 4th, 2026

Bulan Ramadhan ini, Mari Gapai Kembali Sukses dan Bahagia

Penulis: Riki Irfan ST MSi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Kita pasti sering mendengar kata sukses dan bahagia. Semua orang selalu berupaya untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Pada banyak kasus, sebagian orang ada yang merasa gagal (tidak sukses) dan sekaligus tidak pernah merasa bahagia, sehingga bahkan beberapa orang sampai kehilangan kendali pada akal pikiran dan melakukan “suicide” mengakhiri diri sendiri. 

Naudzubillah. Kondisi memilukan ini, belakangan ini terjadi tidak hanya dikota kota besar dan tidak hanya pada orang dewasa, bahkan telah terjadi di daerah selain perkotaan dan bahkan menimpa anak remaja dan anak dibawah umur, sungguh sangat memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian bagi kita.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan, umat Islam tengah diuji dengan lapar dan dahaga dan tidak boleh melakukan segala bentuk pembatal puasa, tujuannya adalah agar muslim bisa meraih derajat takwa, diampuni segala dosa dosa dan agar mendapatkan kesuksesan tertinggi yaitu agar selamat dari siksa neraka dan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga sebagai balasan bagi orang orang bertakwa. 

Bulan Ramadhan juga sebenarnya merupakan momentum terbaik untuk latihan kedisplinan diri, perbaikan diri dan berlomba meraih kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat. 

Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah (yang semestinya penuh suka cita dan kegembiraan), penulis tertarik ingin mengingatkan diri sendiri dan pembaca untuk merenungi lagi apa itu pengertian dan hakikat kesuksesan dan kebahagian. 

Sehingga dibulan ini, kita benar benar bisa meraih kembali sukses dan bahagia. Lalu apa sebenernya itu sukses?, hakikat kesuksesan diartikan dengan kemampuan keberhasilan mengendalikan hawa nafsu, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya serta senantiasa berusaha tawakal dan sabar dalam mengatasi segala ujian kehidupan.  

Dengan dasar itulah maka manusia akan mampu menjalani segala kehidupannya, karir dan segala urusan dunianya dengan satu tujuan sama yaitu semata mata hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah. Jadi, setiap muslim yang bertakwa (menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya) seyogyanya telah masuk kedalam definisi manusia yang sukses, dan Ramadhan ini adalah untuk menguji umat Islam untuk meraih kembali derajat orang bertakwa, artinya semua perintah Allah di bulan Ramadhan ini, ditujukan agar umat Islam dapat mencapai kesuksesan yang hakiki. 

Cara Meraih Kesuksesan

Kesuksesan dalam pandangan islam itu tidak selalu berhubungan dengan kecukupan harta duniawi, namun juga termasuk kesuksesan kekuatan keimanan dan senantiasa mempersiapkan  bekal untuk kehidupan akhirat.

Menjadi manusia sukses menurut pandangan islam itu lebih mudah diraih oleh semua muslim yang beriman yang saat ini sedang menjalankan Ibadah puasa Ramadhan dan ibadah dan amal shaleh lainnya di bulan yang penuh berkah ini. 

Semoga ini menjadi penyemangat bagi setiap muslim yang membaca. Penulis merangkumkan beberapa cara penting meraih untuk meraih kesuksesan “hakiki” (kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat kelak). menurut ajaran islam dari berbagai sumber yaitu:

Bertakwa kepada Allah: Orang yang bertakwa akan mendapat kasih sayang dari Allah dan mendapat pertolongan dari jalan yang tidak disangkanya. Menjaga shalat wajib (berjamaah bagi laki laki) dan memperbanyak ibadah sunnah. “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka”. (QS Ath Thalaaq: 2). 

Berbakti kepada Orang Tua: Merupakan salah satu kunci keberkahan dan kesuksesan hidup. “”Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi).

Menjalin Silaturahim: Salah satu amalan pembuka pintu rezeki dan penjang umur. “”Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari – Muslim).

Mencari dan Mempelajari Ilmu: Dengan memiliki ilmu, seseorang akan menjadi orang sukses yang mampu memanfaatkannya untuk kebaikan dan hal yang bermanfaat. Jika ingin sukses, maka yang harus dilakukan pertama kali ialah dengan menuntut ilmu. “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS Al Alaq: 5).

Mengubah Diri Sendiri Menjadi Lebih Baik: Niatkanlah untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebaikan. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah keadaan yang ada pada dirinya”. (QS Ar Rad : 11).

Rajinlah Berdoa: Doa adalah pengakuan bahwa kita senantiasa tidak sombong dan selalu melibatkan Allah dalam setiap harapan “Maka bermohonlah kepada Ku”. (QS Al Baqarah: 186). Senantia memohon apapun kepada Allah, terutama di waktu-waktu mustajab

Bersedekah: Sedekah akan membuat jalan rejeki menjadi lebih lapang sehingga segala usaha mendapat kemudahan dari Allah. Perumpamaan orang yang menafahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki. 

Dan Allah maha luas karunia Nya lagi maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah: 261). 

Senantiasa Bersyukur: Bersyukur akan memberikan perasaan bahwa kita adalah hamba Allah yang beruntung dan terus bersemangat dalam menjalani kehidupan sehingga terhindar dari putus asa. “Jika kamu bersyukur akan Ku tambah nikmat untukmu”. (QS Ibrahim: 7).

Niatkan karena Allah: Niatkan semua usaha kita adalah untuk mendapat ridho Allah di dunia dan di akherat, jangan mengejar suskes duniawi semata. “Barangsiapa mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan pahala jauh lebih baik dari apa yang mereke kerjakan”. (QS An Nahl: 97). 

Amanah: Berusahalah dengan jujur dan jalani segala sesuatu dengan benar “Sesungguhnya harta dan anak anak mu hanyalah cobaan bagimu”. (QS At Taghabun : 15).

Jangan Menuruti Hawa Nafsu: Jangan mencintai harta atau hal duniawi berlebihan, sebab segala yang dimiliki pada dasarnya hanyalah titipan dan ujian dari Allah. “Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS Al Fajr : 20). 

Hindari yang Haram: Jauhi kegiatan kecurangan dan makanan haram. “Mereka itu adalah orang yang suka mendengar berita bohong dan memakan yang haram” (QS Al Maidah : 42). 

Ikhlas dalam berusaha: Niatkan usaha ikhlas karena Allah dan niat menggunakan kesuksesan tersebut di jalan Allah. “Barang siapa menjadikan akherat sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya”. (HR At Tirmidzi). 

Istiqomah: Terus menerus dan tidak berkurang dalam berkegiatan usaha agar mendapat kelapangan dari Allah. Mengambil sebab yang benar secara syar’i dan qodari (sunnatullah), seperti belajar giat atau bekerja keras, mengharapkan pertolongan Allah tanpa mengandalkan usaha keras tersebut. “Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (islam) benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”. (QS Al Jinn : 16).

Sabar: Bersabar ketika mendapat kesulitan atau rintangan dalam usaha. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada Nya lah kita kembali”. (QS Al Baqarah : 155-156).

Tidak Putus Asa: Tidak menyerah ketika menghadapi tantangan, malah hambatan justru menjadi dorongan untuk lebih giat lagi. Ingat bahwa orang yang putus asa artinya tidak percaya pada rahmat Allah. 

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur” (QS Yusuf : 87)

Memiliki Keberanian: Beranilah melangkah berikhtiar dengan terbaik dan menyerahkan semuanya pada Allah “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. (QS Al Baqarah : 286). 

Percaya Allah Maha Penolong: Jika menghadapi masalah, senantiasa kuatkan iman dan terus berdoa meminta dan yakin akan datangnya pertolongan Allah“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS Al Insyiroh : 5). 

Jangan Sombong: Senantiasa istiqomah dalam kerendahan hati sekalipun sudah berhasil mencapai tahap tertentu tidak diperbolehkan merasa sombong dan melupakan Allah. Banyak orang yang lalai ketika diuji dengan kesenangan. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong”. (QS Al Isra : 37).

Perlu kita ingat, bahwa sukses dalam pandangan Islam tidaklah hanya diukur dengan kelimpahan diukur dari harta, tetapi dari keberkahan, kemanfaatan, dan pencapaian kebahagiaan di dunia serta akhirat. Sukses sejati dicapai melalui shalat khusyuk, jujur, usaha maksimal yang halal (mengambil sebab), menjaga integritas, rajin bersedekah, serta menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama (hablum minallah & hablum minannas), serta memiliki sifat qana’ah (ridho) atas ketetapan Allah.  

Cara Meraih Bahagia

Dalam ajaran islam, pada dasarnya cara meraih kebahagiaan itu mudah, kuncinya adalah terus bersyukur, tetap menjadi pribadi yang sederhana (yaitu sederhana dalam ingin dan set goal kebagiaan) dan merasa cukup atas apa yang diberikan/ditakdirkan Allah kepada kita. Firman Allah dalam al-Quran

 “Jika engkau mensyukuri nikmatKu, maka akan Aku tambah nikmatKu, tapi jika engkau mengingkari, sesungguhnya azabKu amat pedih” (Qs Ibrahim: 7). 

Mari kita menyakini bahwa dengan bersyukur maka artinya kita mengakui apapun yang diberikan oleh Allah adalah takaran terbaik dari yang maha pemberi rejeki dan maha bijaksana dan kita ridho kepada ketetapan Allah, karena tidak ada satu detik pun yang berlalu tanpa nikmat karunia dari Allah yang diberikan kepada kita 

“Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS Al-Baqarah : 152). 

Bahkan jika kita mau menghitung-hitung nikmat Allah, pasti kita tidak akan mampu. Hitunglah berapa banyak udara yang anda hirup setiap sepersekian detik, yang dengannya, paru-paru anda mampu terpenuhi oksigen. Lalu sel-sel darah merah anda membawanya beserta sari-sari makanan untuk proses-proses metabolisme tubuh sehingga  kita bisa hidup dan melakukan berbagai aktivitas. Lalu “Nikmat yang mana lagi yang akan kau dustakan?” (Qs Ar-rahman: 13).

Berikut ini penulis coba rangkum tips agar kita dapat melatih syukur kita kepada Allah dalam setiap kondisi, antara lain: 

Fokuslah pada apa yang kita miliki lalu syukuri apa yang ada sekecil apapun itu. Jangan pernah mengeluhi apa yang kita dapati dan membandingkan dengan yang diperoleh oleh orang lain yang lebih secara materi dan jangan membandingkan dengan harapan target kita yang tinggi.

Mulai latih mensyukuri setiap hal (baik kecil, apalagi besar) yang ada pada kita. Ini mungkin terasa berat di awalnya, tapi tidak ada cara lain kecuali mulai melakukannya sekarang juga, lalu dijadikan kebiasaan, maka pada akhirnya semakin lama ini akan semakin mudah kita lakukan. 

Rasa syukur dapat diwujudkan melalui aktivitas hati dan pikiran, lisan, maupun perbuatan. Dalam hati dan pikiran, syukur dapat di wujudkan dengan senantiasa mengingat Allah dalam setiap hal, waktu dan kondisi apapun. Semakin banyak Anda mengingat Allah, semakin banyak peluang Anda meraih kebahagiaan hidup. Pada lisan maka rasa syukur dapat diwujudkan berupa ucapan “Alhamdulillah” di setiap kesempatan, terutama ketika kita merasakan nikmat pada diri kita. 

Ucapan “Alhamdulillah” pada sejatinya adalah ekspresi yang memperkuat nilai-nilai ketauhidan dan menumbuhkan sikap penghambaan yang semakin tunduk kepada Allah. Dengan senantiasa membiasakan mengucapkan “Alhamdulillah” disetiap rasa syukur yang kita dapati, akan mendatangkan dan menambah kebahagiaan. Dalam bukti fisik atau perbuatan, syukur dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ibadah dengan sempurna yang juga sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. 

Demikian tulisan ini penulis rangkum dari berbagai sumber. Semoha menjadi pengingat bagi penulis sendiri dan bermanfaat bagi saudara muslim yang  membacanya. Mari kita senantiasa bertakwa dan  bersyukur, melatih sifat qonaah kepada Allah agar dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin…

Berita Terkait