Kam. Mei 28th, 2026

Balai Ternak BAZNAS di Kuningan  Dongkrak Ekonomi Warga

CiremaiNews,Kuningan- Program Balai Ternak Mukti Raharja binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Melalui program tersebut, puluhan warga kini terlibat langsung dalam pengelolaan ternak kurban berbasis kelompok.

Ketua Balai Ternak Mukti Raharja, Albert Alexander Mantaw, mengatakan balai ternak tersebut berdiri sejak Agustus 2025 dan mulai menerima bantuan bibit ternak pada November 2025. Saat ini, para peternak mulai menikmati hasil penjualan perdana ternak kurban.

“Untuk tahun ini, yang sudah layak dikurbankan baru mencapai angka 50 ekor,” ujar Albert saat ditemui di lokasi balai ternak di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kamis (28/5/2026).

Menurut Albert, masyarakat Desa Sayana memang telah terbiasa memelihara domba secara turun-temurun sehingga program pemberdayaan dari BAZNAS lebih mudah berkembang di wilayah tersebut.

“Kebetulan pejantannya kita coba pakai jenis Dorper, lalu dikawinsilangkan dengan domba Garut Priangan. Perpaduan itulah yang menghasilkan anakan domba yang bagus dan sehat,” katanya.

Ia menjelaskan, total bantuan ternak dari BAZNAS mencapai 244 ekor domba yang dibagi untuk program pembiakan dan penggemukan. Program tersebut melibatkan sekitar 30 warga dengan sistem kelompok dan pembagian hasil berdasarkan kontribusi masing-masing anggota.

Selain fokus pada pengembangan ternak kurban, kelompok peternak juga mulai mengembangkan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk kompos yang kini dimanfaatkan oleh para petani sekitar.

Tingginya kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini membuat para peternak kewalahan memenuhi permintaan pasar. Sebagian besar hasil ternak masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan program kurban BAZNAS.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan tingginya serapan hewan kurban menjadi bukti program balai ternak mampu menggerakkan ekonomi peternak lokal.

“Yang berkurban itu luar biasa banyaknya, dan dari balai ternak itu habis semua untuk memenuhi kebutuhan kurban BAZNAS, bahkan masih kurang. Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan suplai tambahan dari peternak lokal lain yang belum menjadi binaan BAZNAS,” ujar Sodik.

Menurutnya, program balai ternak tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hewan kurban, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menilai program tersebut memberi dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bahwa hari ini kita semakin menyadari kurban itu tidak hanya dimensi perspektif spiritual atau agama saja, tapi juga berdampak kepada peningkatan kapasitas ekonomi, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kelompok balai ternak ini,” ujar Dian.(Tatang Budiman)

Berita Terkait