Ingin Selamat Dunia dan Akhirat: Carilah Ilmu Sebelum Beramal

oleh

Riki Irfan ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,-Setiap muslim tentu ingin memperoleh keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Namun, jalan menuju keselamatan tidak cukup hanya dengan semangat beramal. Banyak orang memiliki niat baik, tetapi karena kurang ilmu, amal yang dilakukan justru menyimpang dari tuntunan syariat. Lalu apa sih sebenarnya pengertian ilmu?.

Secara bahasa, ilmu (ilm, bahasa Arab) berarti mengetahui atau memahami. Sedangkan secara istilah, ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun sistematis dengan metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang tersebut.

Ilmu dan pengetahuan adalah kebutuhan dasar bagi kita untuk bertahan hidup di dunia dan mencapai kebahagiaan akhirat. Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap muslim. Ilmu adalah bagian dari petunjuk dan penerang dalam kehidupan seseorang.

Salah satu jenis ilmu yang wajib dimiliki seorang muslim adalah ilmu syar’i dan ilmu umum lain untuk menjaga keselamatan dan kelangsungan kehidupan. Imam Bukhari rahimahullah bahkan telah membuat sebuah bab  khusus dalam kitab Shahihnya yaitu Bab berjudul: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan.

Dalam syariat Islam, terdapat salah satu prinsip yang perlu diketahui setiap muslim yaitu: umat islam perlu berilmu sebelum berucap dan beramal. Tanpa ilmu, seorang muslim dapat dengan mudah tersesat meskipun merasa sedang melakukan kebaikan.

Seorang muslim tentu tidak boleh beribadah tanpa ilmu yang benar, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu.” (QS. Muhammad: 19). Perintah “ketahuilah” disampaikan diawal, lalu selanjutnya baru memerintahkan untuk beramal misalnya beristighfar, menunjukkan bahwa kita perlu mengetahui ilmu untuk melakukan amal.

Berikut adalah sebagian ayat dalam al-Quran mengenai pentingnya manusia untuk mencari  Ilmu, yaitu:

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al-Mujadalah : 11)

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)

Berikut ini adalah sebagian manfaat mencari ilmu, yaitu manusia akan dapat :

1.Mengetahui dan menyadari adanya 2.kekuasaan Allah Subhanahu wataala

3.Mengajarkan untuk bisa pandai bersyukur pada Allah Subhanahu wataala

4.Mengenal dan memahami penciptaan alam semesta dan semua ciptaanNya

5.Memahami proses awal dari kehidupan manusia

6.Memahami tugas dan fungsi manusia

Memahami dan dapat membedakan hal baik dan mana yang tidak baik (buruk)

7.Mampu berusaha untuk dapat bermanfaat dan berguna bagi sesame manusia

8.Memperoleh kemuliaan hidup

9.Memperoleh kebijaksanaan hidup

10.Memperoleh kenyamanan dan kesejahteraan hidup

11.Mampu menularkan dan berbagi ilmu bagi manusia lainnya.

Para ulama menjelaskan bahwa ucapan dan amal yang benar hanya dapat terwujud dengan ilmu yang benar. Berikut adalah alasan syari mengapa Ilmu Harus Didahulukan sebelum melakukan amal, yaitu:

1. Agar Amal Diterima Allah

Syarat diterimanya amal ada dua, yaitu Ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ (ittiba). Seseorang mungkin ikhlas, tetapi jika amalnya tidak sesuai tuntunan Nabi ﷺ maka amal tersebut tertolak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim).

2. Menghindari Kesalahan dan Penyimpangan

Niat baik saja tidak cukup. Banyak kesalahan terjadi karena kebodohan, contohnya: shalat yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, berdzikir dengan cara yang tidak diajarkan, Bersedekah dari harta yang haram, menyebarkan nasihat agama tanpa dasar ilmu dan lainnya.

Penyimpangan dalam agama dapat terjadi ketika seseorang beramal tanpa belajar terlebih dahulu mengikuit Rasululloh shalallahu alaihi wasslam. Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Berikut ini perkataan para Salaf mengenai pentingnya Ilmu

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Belajarlah ilmu sebelum menjadi pemimpin.”  Beliau juga berkata: “Janganlah berjualan di pasar kami orang yang belum memahami ilmu agama.”. Ini menunjukkan bahwa bahkan dalam urusan muamalah dan perdagangan, ilmu agama sangat diperlukan agar tidak terjatuh ke dalam transaksi yang haram.

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu.” Jika ilmunya benar maka amalnya benar. Jika ilmunya rusak maka amalnya pun berpotensi rusak.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: “Barang siapa beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka ia lebih banyak merusak daripada memperbaiki.” Kebodohan sering menjadikan seseorang merasa sedang berbuat baik, padahal ia sedang melakukan kesalahan.

Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Kebaikan sebesar biji dzarrah dari orang yang bertakwa dan berilmu lebih besar, lebih utama, dan lebih berat timbangannya dibandingkan amalan sebesar gunung dari orang yang tertipu karena kebodohannya.”

Banyaknya amal bukanlah ukuran utama, tapi yang terpenting adalah kebenaran, keikhlasan, dan kesesuaiannya dengan ajaran Rasulullah ﷺ. Karena itu, dua rakaat shalat yang dilakukan berdasarkan ilmu dan kekhusyukan bisa lebih bernilai daripada banyak amal yang dilakukan tanpa pemahaman yang benar.

Cara Mengamalkan Prinsip Berilmu Sebelum Beramal

1.Belajar akidah yang benar sebelum mendalami amalan-amalan lainnya.

2.Mempelajari tata cara ibadah sebelum melaksanakannya.

3.Bertanya kepada ulama atau guru yang terpercaya ketika tidak mengetahui suatu hukum.

4.Membiasakan membaca Al-Qur’an beserta tafsirnya.

5.Mempelajari hadits-hadits shahih sebagai pedoman hidup.

6.Tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi agama sebelum memastikan kebenarannya.

Orang yang ingin selamat di dunia dan akhirat hendaknya menjadikan ilmu sebagai pondasi hidupnya. Ilmu adalah cahaya, sedangkan amal adalah langkah. Cahaya harus ada terlebih dahulu agar langkah tidak tersesat. Allah memerintahkan: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu.”

(QS. Muhammad: 19).

Sebelum mengajak orang lain, belajarlah terlebih dahulu. Sebelum memperbanyak amal, mari kita pelajari ilmu.  Dan sebelum berbicara tentang agama, pastikan apa yang disampaikan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dan mengikuti pemahaman yang benar sesuai tuntunan Rosululloh shalalahu alaihi wassalam. Semakin benar ilmu seseorang, semakin besar peluang amalnya diterima.

Dan semakin besar peluang amal diterima, semakin dekat pula dirinya kepada keselamatan dan surga Allah Ta’ala. Orang yang berilmu mengetahui mana yang halal dan haram, mana yang sunnah dan bid’ah, mana yang membawa keselamatan dan mana yang membawa kebinasaan.

Mari kita semua dapat meluruskan niat kita dan menumbuhkan kembali semangat kita untuk mencari dan mempelajari ilmu sehingga kita semua mendapatkan kebaikan hidup di dunia dan diakhirat. Mencari ilmu adalah kebutuhan dan kewajiban semua manusia. Wallahu a’lam bishawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.