CiremaiNews.com, Cirebon,- Temu Inklusi ke-6 siap digelar di Kabupaten Cirebon pada 2–4 September 2025, menghadirkan beragam agenda untuk mendorong pembangunan inklusif difabel menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Pelaksana Temu Inklusi 6, Samsudin, mengatakan, sejak pertama kali digelar pada 2014, Temu Inklusi menjadi wadah penting bagi komunitas difabel, organisasi masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dunia usaha, hingga media untuk memperkuat sinergi serta mencari solusi atas tantangan inklusi.
Temu Inklusi akan diselenggarakan di Desa Durajaya, Kecamatan Greget, Kabupaten Cirebon, dengan tema: “Komitmen, Sinergi, Aksi dan Inovasi Pembangunan Inklusif Difabel untuk Indonesia Emas 2045”. Tema ini menegaskan bahwa inklusi bukan hanya sebuah tujuan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa
“Temu Inklusi telah menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan – organisasi masyarakat sipil, komunitas difabel, pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, serta pemangku kepentingan lainnya untuk berbagi pengalaman, membangun sinergi, serta merumuskan solusi dan rekomendasi untuk tantangan inklusi di Indonesia,”tutur Samsudin. diacara media briefing di aula Diskominfo Kabupaten Cirebon, Rabu (20/8/2025).
Samsudin, menyampaikan forum ini dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring, menguatkan konsolidasi advokasi, sekaligus mendorong kampanye publik.
“Rangkaian acara meliputi lomba orang muda bicara inklusi, diskusi tematik, seminar nasional, panggung budaya nusantara, pameran, bazar, permainan inklusif, hingga loka bagi,”tuturnya.
Dalam seminar nasional, dua isu utama akan dibahas, yaitu “Difabel dalam Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045: Pencapaian dan Tantangan” serta “Mendorong Keadilan Penyandang Disabilitas dalam Sistem Perlindungan Sosial di Indonesia.”
“Setiap penyelenggaraan Temu Inklusi selalu menghadirkan refleksi atas perjalanan mewujudkan kesetaraan dan keadilan, serta mengukuhkan komitmen untuk mempercepat perubahan,”tutur Samsudin.

