Jum. Mei 1st, 2026

Tim BISA Siap Tempuh Jalur Hukum Soal Editorial Pupuk

CiremaiNews.com , Kuningan – Tim Barisan Inti Sri Laelasari (BISA) menyampaikan hak jawab dan klarifikasi resmi menanggapi sebuah editorial yang diunggah di website lokal pada 17 September 2025. Editorial tersebut mengulas isu pupuk “Aktan” dan menyinggung nama Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Komisi II, Sri Laelasari.

Ketua Tim BISA, Roni Agus Pramono, menilai editorial itu cenderung menyerang pribadi dan merugikan nama baik Sri Laelasari.
“Editorial itu seolah-olah menyatakan Ibu Sri membina, mendukung, bahkan mempromosikan produk yang disebut ‘ilegal’. Hal ini tidak benar, tidak berdasar, dan sangat merugikan kehormatan beliau sebagai pejabat publik,” tegas Roni, Kamis (18/9/2025).

Ia menjelaskan, kehadiran Sri Laelasari dalam acara panen melon di Lapas Kuningan hanyalah bentuk dukungan moral kepada masyarakat.
“Kehadiran beliau bukan untuk promosi komersial. Ibu Sri tidak pernah merekomendasikan produk itu untuk dipasarkan atau dijual bebas selama regulasinya belum selesai,” jelasnya.

Roni menambahkan, produk pupuk yang dimaksud masih dalam uji coba terbatas.
“Produknya berlabel jelas ‘UNTUK KALANGAN SENDIRI’, artinya hanya untuk uji coba, bukan dijual bebas. Klaim seolah produk itu beredar di pasaran dengan harga tertentu adalah informasi yang tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Lebih jauh, Roni menegaskan komitmen Sri Laelasari terhadap regulasi yang berlaku.
“Ibu Sri tetap mendorong masyarakat berinovasi, tapi harus sesuai aturan hukum. Framing yang menempatkan beliau seakan melindungi peredaran produk ilegal itu keliru dan menyesatkan publik,” katanya.

Tim BISA meminta pengelola website untuk memberikan klarifikasi dan memuat hak jawab sesuai amanat UU No. 40/1999 tentang Pers.
“Jika klarifikasi tidak dilakukan, kami siap menempuh jalur hukum dan melaporkan hal ini ke Dewan Pers dan kepolisian atas dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik,” tegas Roni.

Perlu diketahui editorial berbeda dengan berita karena berisi pendapat atau sudut pandang penulis. Selain itu, website yang memuat editorial ini belum tercatat sebagai perusahaan pers resmi.

Berita Terkait