CiremaiNews, Kuningan – Medan tanjakan dan tikungan curam di rute Tour de Linggarjati 2025 membuat banyak peserta kewalahan. Belasan pembalap terjatuh di sejumlah titik ekstrem, bahkan empat di antaranya dalam kondisi kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Insiden tak berhenti di situ. Seorang tenaga medis yang bertugas di posko kesehatan tiba-tiba tak sadarkan diri akibat serangan jantung mendadak. Suasana posko medis pun sempat kacau karena peristiwa ini.
Event balap sepeda tahunan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara ini menggelar beberapa kategori lomba, dengan jarak tempuh mulai 26 kilometer hingga 94 kilometer. Medan yang menantang rupanya menjadi ujian berat bagi sebagian peserta.
“Beberapa titik rutenya cukup ekstrem. Ada yang di pinggir tebing dan persawahan. Kalau salah perhitungan sedikit saja, bisa jatuh,” kata Rizal, pembalap asal Cirebon yang turut berkompetisi.
Panitia telah menurunkan 58 ambulans dan lebih dari 500 tenaga medis di berbagai titik. “Kami memang menyiapkan tim medis besar tahun ini agar penanganan bisa lebih cepat. Begitu ada laporan jatuh, tim segera bergerak,” ujar dr. Agah Nugraha, PIC medis Tour de Linggarjati.
Agah merinci, untuk kegiatan fun bike saja terdapat 10 insiden. “Lima orang luka lecet karena terjatuh, empat orang mengalami kram dan kelelahan, semuanya sudah ditangani dan sudah pulang ke rumah masing-masing. Satu peserta dari Cirebon sempat pingsan di turunan Tressa, mengalami cedera kepala ringan dan dirujuk ke RSUD 45. Alhamdulillah bisa rawat jalan,” jelasnya.
Sementara pada kategori criterium terjadi 27 insiden. “Ada 10 peserta luka lecet, enam orang kelelahan, dua orang mengalami nyeri pada panggul. Salah satunya peserta dari Bogor yang sempat dirujuk ke RSUD 45. Setelah dikonsulkan dengan dr. Risa SpOT, pasien disarankan rawat inap, tapi menolak dan memilih pulang. Selain itu, ada tujuh orang kram dan satu luka ringan,” kata Agah.
Ia menambahkan, kondisi peserta yang sebelumnya dirawat inap kini stabil. “Rencananya operasi dijadwalkan Selasa, sesuai jadwal dokter bedah. Keluarga sedang berunding apakah tindakan operasi akan dilakukan di Priok saja. Kondisinya stabil,” ujarnya.
Namun, banyaknya pembalap yang terjatuh membuat tim medis bekerja ekstra. Puncak ketegangan terjadi saat seorang tenaga medis tiba-tiba kolaps. Petugas lain segera melakukan tindakan darurat, termasuk pacu jantung manual, sebelum membawanya ke rumah sakit.
“Pasien datang dalam kondisi kritis. Penanganan cepat yang dilakukan tim lapangan sangat membantu. Saat ini ia dalam perawatan intensif oleh spesialis jantung,” kata dr. M.B. Yusuf Habibie dari RS Sentra Medika.
Meski belasan pembalap mengalami kecelakaan dan seorang tenaga medis kritis, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi. Balapan akan tetap dilanjutkan hingga hari berikutnya sesuai jadwal.

