Berlomba Mencari Harta? Inilah 3 Harta Terbaik yang Perlu Dimiliki Seorang Muslim

oleh

Riki Irfan ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews- Setiap manusia tentu ingin memiliki harta yang melimpah dan hidup nyaman berkecukupan bersama keluarga. Terkhusus umat Muslim, apakah keinginan ini dilarang dalam Islam? Tentu saja Islam tidak melarang dan membatasi seorang Muslim untuk menjadi kaya, bahkan dalam Sejarah Islam, banyak sahabat Nabi Muhammad SAW  dikenal sebagai pedagang sukses serta mempunyai kekayaan melimpah.

Namun, perlu diingat dalam syariat Islam banyaknya harta bukanlah tujuan Utama seorang manusia hidup, melainkan harta adalah sarana untuk beribadah kepada Allah dan membantu sesame untuk memperoleh keridhoan Allah.

Berlomba untuk mencari harta itu diperbolehkan dalam Islam, apabila dilakukan dengan cara yang halal, adil, dan penuh tanggung jawab sosial, tidak dengan kezaliman, perampasan, korupsi atau semua yang melanggar syariat. Namun juga perlu diingat bahwa kita pasti akan diuji seberapa besar kecintaan pada harta dibandingkan dengan pengabdian ketaatan kita kepada Allah.

Harta Adalah Amanah

Dalam pandangan Islam, seluruh harta yang ada pada hakikatnya milik Allah. Manusia hanyalah penerima amanah diberi kesempatan untuk mengelola dan memanfaatkannya.

Penggunaan harta akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak.  Allah Ta’ala berfirman: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah).

Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al-Hadid: 7).

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi).

Anjuran Muslim Untuk Bekerja Keras dan tidak Malas

Syariat Islam tidak mengajarkan muslim untuk malas. Bahkan uslim diperintahkan berikhtiar dan bekerja mencari rezeki/makanan yang halal dengan usaha sendiri, setelah kewajiban Utama (shalat) diselesaikan.

Allah berfirman: “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10).

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Bukhari).

Acuan dalam Mengumpulkan Harta

Harta untuk penghidupan, boleh dicari karena tentu sudah ditentukan oleh Allah, namun tetap manusia wajib ikhtiar menjemput/ mencari rejekinya yang sudah disiapkan oleh Allah. Walaupun diperbolehkan mengumpulkan harta, Islam memberikan beberapa Batasan dan panduan agar harta menjadi berkah.

1. Diperoleh dengan Cara yang Halal

Allah berfirman:“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 29). Muslim wajib menjauhi riba, korupsi, penipuan, suap, perjudian, pencurian, dan segala bentuk usaha yang haram termasuk riba. Allah berfirman: “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

2. Tidak Menjadikan Harta Sebagai Tujuan Hidup

Harta adalah sarana, bukan tujuan akhir. Seorang Muslim harus menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”  (QS. Al-Qashash: 77).

3. Tidak Sombong dan Riya

Keberhasilan menjadi orang yang kaya (secara ekonomi) tidak boleh melahirkan kesombongan karena semuanya adalah dari Allah (Amanah harta juga adalah ujian). Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

4. Harus Peduli kepada Sesama

Islam mengajarkan adanya kewajiban mengeluarkan zakat bagi orang kaya, berinfak, sedekah, dan memberi wakaf. Agar terjadi keadilan sosial bagi yang lemah, harta tidak hanya bagi orang kaya, sebagaimana Allah berfirman:“Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7)

5. Tidak Boleh Menimbun Harta tanpa berzakat berinfaq

Allah memberikan peringatan keras kepada orang yang menumpuk harta tanpa menunaikan hak-hak yang ada di dalamnya. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34)

3 Harta Terbaik yang Harus Dikejar Seorang Muslim

Setalah diatas dibahas mengenai acuan mencari dan memanfaatkan harta (dunia), sahabat memahami bahwa harta/karunia Allah itu bermacam, sehingga Rasulullah SAW pernah ditanya tentang harta terbaik yang seharusnya dimiliki seorang Muslim.

Ternyata jawabannya bukanlah harta dunia (emas, tanah, rumah, atau kendaraan dan lainnya). Berikut adalah Hadist mengenai Harta terbaik bagi seorang muslim, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik harta yang dimiliki seseorang adalah hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir kepada Allah, dan istri yang salehah yang membantu suaminya dalam urusan akhirat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari hadits diatas, kita mengetahui apabila 3 hal ini diperoleh dan pada dasarnya semua kitab isa mengupayakananya, memungkinkan dan layak kita kejar dan usahakan tanpa modal materi atau koneksi tapi hanya mengandalkan keimanan kita.

Orang yang bersyukur akan merasa cukup dan tenang meskipun hartanya tidak sebanyak orang lain. Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.”(QS. Ibrahim: 7).

Orang yang lisan yang Banyak Berdzikir, akan mendapatkan hatinya hidup, tenang, dan selalu terhubung dengan Allah. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Usahakan memperoleh Pasangan yang Shaleh atau Shalehah, dengan cara kita harus juga menjadi orang yang shaleh/ shalehah. Pasangan yang baik adalah investasi akhirat yang sangat berharga. Rasulullah ﷺ bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah.” (HR. Muslim)

Islam membolehkan umatnya bekerja keras, berbisnis, dan berlomba-lomba meraih kesuksesan ekonomi. Bahkan, seorang Muslim dianjurkan menjadi pribadi yang produktif dan mandiri. Namun semua itu harus dilakukan dengan cara yang halal, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Jika ingin berlomba mengumpulkan harta, jangan hanya mengejar kekayaan materi. Kejarlah juga tiga harta terbaik yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ yaitu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, dan pasangan yang saleh atau salehah (untuk membantu mengingatkan bertakwa kepada Allah-urusan akhirat).

Demikian artikel ini dibuat agar menjadi pengingat kita bersama, bahwa Islam membolehkan manusia mencari, memiliki dan memanfaatkan harta, tetapi harus melalui cara yang halal serta adil. Harta bukan sekedar simbol kekayaan, melainkan sarana untuk memenuhi kebutuhan, beribadah, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Semoga kita semua diberikan kecukupan harta dan dengan harta itu kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan manfaat bagi sesama manusia.

Wallahu a’lam bish-shawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.