Ciremainews, Kuningan – Upaya pencarian bocah yang hanyut terbawa arus gorong-gorong di Kabupaten Kuningan akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, TNI/Polri, serta warga setempat menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan korban ditemukan di area persawahan Desa Padarek, sekitar 5 hingga 6 kilometer dari titik awal kejadian.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh staf BPBD bernama Rian, dengan bantuan warga yang tengah berada di sawah.“Alhamdulillah korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Titik penemuan cukup jauh, sekitar 5 sampai 6 kilometer dari lokasi awal. Ini menunjukkan arus air sangat deras, karena dalam waktu sekitar satu jam korban terbawa sejauh itu,” ujar Indra Bayu saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Kamis (18/12/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya di bagian kepala, mulut, dan punggung. Indra menduga luka tersebut disebabkan benturan saat korban terseret arus deras di dalam saluran air yang sempit dan licin.
“Diduga korban mengalami benturan selama terbawa arus di gorong-gorong,” katanya.Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD, peristiwa bermula saat korban bermain bola bersama teman-temannya di tengah hujan.
Bola yang dimainkan masuk ke dalam selokan. Saat berusaha mengambil bola tersebut, korban terpeleset dan terseret arus hingga masuk ke dalam gorong-gorong dengan aliran air yang deras.“Informasi awal, korban sedang main bola, bolanya masuk ke got, dikejar, arusnya deras, dan masuk ke gorong-gorong yang cukup besar ukurannya, bahkan orang dewasa pun bisa masuk,” jelas Indra.
Menyikapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi. Indra Bayu juga mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, khususnya saat hujan turun.
“Cuaca sekarang ekstrem, siang panas tiba-tiba hujan deras. Ini membuat debit air di saluran cepat naik. Kami imbau orang tua melarang anak-anak bermain di luar saat hujan, apalagi di dekat aliran air yang deras,” pungkasnya.

